LIPI Peringatkan Bahaya Gigitan Komodo Usai Ramai Polemik ‘Jurassic Park’
Getty Images/Christopher Furlong
Nasional
Proyek Jurrasic Park di Pulau Komodo

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperingatkan bahaya gigitan komodo setelah heboh pembangunan wisata ‘Jurassic Park’ di habitat kadal raksasa tersebut.

WowKeren - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut angkat berbicara mengenai pembangunan wisata Jurassic Park di kawasan Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan tersebut dinilai LIPI tidak terelakkan karena memang sudah terjadi sejak lama.

Peneliti LIPI Evy Arida mengaku telah mendapatkan informasi mengenai pembangunan di Pulau Rinca sejak lama. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah di konservasi komodo itu bertujuan untuk mengembangkan penelitian dan perlindungan terhadap kadal raksasa tersebut.

”Pembangunan tidak terelakkan ya untuk Indonesia,” ujar Evy seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (27/10). “Mungkin bagian dari fungsi taman nasional adalah untuk wisata, bukan seperti cagar alam tidak digunakan untuk wisata, tapi untuk penelitian, pengembangan, dan perlindungan.”

”Jadi konflik dengan manusia ada atau tidak ada pembangunan saat ini itu sudah terjadi, khususnya di Rinca,” sambungnya. “Kalau di Pulau Komodo dan yang lain tidak begitu, karena manusianya juga sedikit dan wilayahnya lebih luas.”


Evy turut memperingatkan para pekerja proyek untuk berhati-hati saat melakukan pembangunan di kawasan Taman Nasional Komodo. Ia mengingatkan agar jangan sampai pembangunan tersebut mempengaruhi populasi komodo yang sudah stabil dalam beberapa tahun terakhir.

”Data ini stabil, jadi atau carrying capacity dari populasi komodo memang kecil,” jelas Evy. “Tidak bisa komodo kemudian diternakkan seperti domba atau ayam hingga diekspor ke luar negeri. Komodo memang unik.”

Lebih lanjut Evy juga menjelaskan mengenai bahaya gigitan dari komodo. Ia mengatakan liur komodo mengandung banyak jenis bakteri, bahkan mencapai ribuan. Tak hanya itu, komodo juga memiliki kelenjar bisa layaknya biawak. Namun, bisa tersebut memang tidak memiliki tingkat bahaya seperti ular kobra.

Walau begitu, mangsa komodo biasanya akan mati setelah beberapa hari atau satu minggu setelah digigit. Komodo selama ini selalu memburu mangsanya dengan cara menggigit. Selanjutnya, mangsa akan ditinggalkan hingga mati dan dilahap setelah menjadi bangkai.

”Gigitan komodo berbahaya karena tidak hanya satu bakteri yang ada di situ ya, ada sekitar seribuan jenis bakteri,” jelas Evy. “Itu matinya selain karena bisa, tapi juga bakteri yang memperburuk infeksi dan tidak mendapat pertolongan. Setelah itu, dia akan kembali setelah mangsanya menjadi bangkai.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts