Kasus COVID-19 Mulai Melandai, Pakar Minta Waspadai Fenomena 'Gunung Es'
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Bukan tanpa alasan, bahkan beberapa waktu lalu saja sejumlah gelombang demo berlangsung di beberapa tempat di Indonesia. Belum lagi ditambah dengan liburan akhir pekan.

WowKeren - Pakar Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Budi Hidayat memperingatkan melandainya kasus COVID-19 tak serta merta menunjukkan kasus telah menurun. Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi awal mula fenomena gunung es.

Bukan tanpa alasan, bahkan beberapa waktu lalu saja sejumlah gelombang demo berlangsung di beberapa tempat di Indonesia. Oleh sebab itu, jika benar-benar melandai, ia mempertanyakan kapasitas pemeriksaan atau testing COVID-19 setelah aksi tersebut. Sehingga menurunnya jumlah kasus harian tak serta merta bisa disimpulkan penyebaran telah berkurang.

"Itu sudah dicek semua belum? Maksudnya apakah semua orang yang ikut demonstrasi kemarin ikut dites?" kata Budi dilansir Republika, Sabtu (31/10). "Sebab, tidak terjadi peningkatan kasus COVID-19 bukan berarti tidak ada penambahan kasus dari peserta demo UU Ciptaker."

Dari sini, ia pun mendorong upaya pelacakan terhadap siapa saja yang ikut turun aksi ke jalan waktu itu. Sebab, bisa jadi orang yang demo dan saling berinteraksi di antara mereka akhirnya membuat penambahan kasus COVID-19, tetapi tidak terungkap.


Selain gelombang demo, ia juga menyoroti liburan panjang yang tengah berlangsung akhir pekan ini. Bisa jadi, orang yang ikut demo sebelumnya ternyata sudah tertular COVID-19 dari peserta yang lain namun ia tidak memperlihatkan gejala apapun.

Lalu setelah itu, orang yang bersangkutan rupanya ikut melakukan liburan saat akhir pekan ini dan membaur dengan semua orang. Inilah yang ia khawatirkan. Padahal, penularan COVID-19 bisa sangat cepat.

"Padahal, seperti kita ketahui transmisi virus bisa cepat terjadi kalau kita lengah, apalagi tidak mengenakan masker atau jaga jarak," lanjutnya. "Artinya, kalau ada ledakan kasus dua pekan lagi maka ini bisa menjadi korelasi."

Kekhawatiran mengenai potensi lonjakan kasus sebelumnya sempat diutarakan oleh IDI. "Saya khawatir ke depan makin banyak pasien," kata Ketua Satgas COVID-19 PB IDI Zubairi Djoerban beberapa waktu lalu seperti dilansir Antara.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts