Usai Hadang Truk 'Jurassic Park', Kini Komodo di NTT Nyaris Masuk ke PLTD PLN
The New York Times/Adam Dean
Nasional
Proyek Jurrasic Park di Pulau Komodo

Seekor komodo terekam berusaha memasuki kawasan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) PLN. Video viral ini langsung dikaitkan dengan kerusakan habitat selama pembangunan fasilitas umum.

WowKeren - Proyek penataan kawasan wisata yang disebut-sebut berkonsep seperti Jurassic Park di Taman Nasional Komodo, NTT terus menjadi sorotan. Secara spesifik penataan ini dilakukan di Pulau Rinca yang menjadi "tuan rumah" sejumlah besar populasi komodo.

Pembangunan itu sempat menyita perhatian publik karena aksi seekor komodo yang menghadang truk, meski belakangan sudah diklarifikasi. Dan kekinian aksi komodo yang berjalan-jalan mendekati fasilitas negara kembali mencuri perhatian media sosial.

Dalam sebuah video viral yang diunggah di akun Twitter @KawanBaikKomodo tampak seekor komodo yang berada di dekat kawasan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN. Kadal raksasa itu kemudian mencoba masuk ke dalam fasilitas PLTD namun tidak bisa karena adanya pagar yang menutupi.

Twitter/KawanBaikKomodo


"Tragis! PLTD di Habitat Komodo. Video ini diambil warga di instaasi PLN P Komodo, sumber listrik u fasilitas2 negara & u warga desa Komodo (2000 jiwa, 500 KK)," tulis akun tersebut, Sabtu (31/10). "Memang sudah lama warga Komodo mendambakan listrik dan mau bayar, tp mengapa PLN & KLHK tdk bangun Energi Terbarukan?"

Secara khusus pemilik akun menyoroti lokasi pembangunan fasilitas pembangkit listrik, serta polusi dan emisi yang dihasilkan. Sebab rupanya PLTD ini dibangun di lokasi antara desa Komodo dan Loh Liang yang juga merupakan kawasan wisata milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Posisinya persis di dekat konsesi PT KWE 151,9 hektar. Selain polusi suara PLTD jg penghasil emisi yg besar," cuitnya memprotes. "Bukankah ada byk alterlatif energi ramah lingkungan u Komodo?"

Ia menyarankan agar desain pembangunan di area TN Komodo ditinjau ulang karena berbahaya bagi ekosistem habitat asli komodo. "Makin banyak bangunan2 dan investasi bisnis di dlm habitatnya, makin banyak hal2 tragis bagi Komodo terjadi. 'Komodo kita tidak sedang baik-baik saja'," pungkasnya.

Di sisi lain, otoritas berwenang sudah menegaskan bahwa penataan kawasan Pulau Rinca dilakukan tanpa merusak ekosistem alamiah komodo. Tak hanya itu, KLHK juga memastikan bahwa kawasan yang dibangun berkonsep ekowisata alih-alih Jurassic Park seperti yang dinarasikan selama ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts