Umrah Internasional Dibuka, 360 Jemaah Asal RI Berangkat ke Arab Saudi
Nasional

DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) telah memberangkatkan sebanyak 360 jemaah umrah dari seluruh Indonesia, termasuk dari Sulsel.

WowKeren - Pada tanggal 1 November, Arab Saudi telah mengizinkan calon jemaah umrah asal RI untuk dapat kembali melaksanakan ibadah umrah. DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) memberangkatkan sebanyak 360 orang.

"Pemberangkatan jamaah umrah yang perdana ini pada masa COVID-19 dan penerapan kebiasaan baru ini tercatat sebanyak 360 jamaah dari seluruh Indonesia," kata Ketua Amphuri Sulsel Ardiansyah Arsyad di Makassar, Minggu (1/11).

Menurutnya, jumlah jamaah umrah tahap perdana saat COVID-19 ini, berasal dari seluruh Indonesia, termasuk dari Sulsel beserta pemilik travel yang akan melihat langsung kesiapan pemerintah Saudi Arabia dalam memberikan pelayanan pada masa normal baru. "Ini sudah aturan standar, dan kami harus mengikutinya," ujarnya.


Oleh karena itu, kondisi ini harus disosilaisasikan pada calon jamaah yang akan menjadi tamu-tamu Allah pada masa normal baru. Menanggapi hal tersebut, salah seorang calon jamaah umrah Muliati mengaku, sangat bersyukur pemerintah Arab Saudi sudah mau membuka aktivitas umrah bagi pendatang.

Mengenai pengetatan penerapan protokol kesehatan, ia mengatakan, harus dijalankan sesuai aturan, karena ini bertujuan untuk menjaga kesehatan jamaah pendatang maupun yang didatangi.

Sebelumnya diketahui, sekitar 33.429 calon jemaah umrah asal Indonesia dinyatakan tak bisa berangkat umrah di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, puluhan ribu calon jemaah tersebut tidak memenuhi syarat usia yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Dimana Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkan syarat usia 18 sampai 50 tahun bagi jemaah umrah di masa pandemi corona. "Dari jumlah yang tak memenuhi kriteria itu, sebanyak 2.601 (4 persen) berusia di bawah 18 tahun, dan 30.828 (52 persen) jemaah berusia di atas 50 tahun," ungkap Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim dalam keterangannya pada Kamis (29/10).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts