Heboh TNI Dikeroyok Anggota Klub Moge, Pelaku Terancam Dibui dan Sanksi Komunitas
Nasional

Empat anggota geng moge pelaku pengeroyokan dua orang anggota TNI AD yang videonya viral di media sosial telah diamankan dan diproses hukum. Tak hanya itu, komunitas HOG SBC pun memberi sanksi tegas pada keempatnya.

WowKeren - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang anggota TNI AD bernama Serda M Yusuf dan Serda Mustari yang bertugas di Satuan Intel Kodim 0304/Agam, Sumatera Barat, mengalami luka dan memar di kepala akibat dianiaya oleh anggota klub motor gede beredar di media sosial beberapa waktu terakhir. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/10) sekitar pukul 17.00 WIB di Simpang Tarok, Kota Bukittinggi.

Para pelaku yang melakukan tindak kekerasan tersebut adalah 4 orang anggota Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC). Selain ancaman bui, sanksi dari komunitas mengintai mereka.

Empat orang tersebut saat ini telah diproses hukum. Tak sampai di situ, HOG mengeluarkan keempat tersangka dari keorganisasian.

"Tapi yang terkait perkara hukum ini juga, kita akan mempertimbangkan seperti apa, begitu," ungkap Public Relations HOG SBC Epriyanto, detikcom, Senin (2/110. "Ya terburuknya, adalah mereka (4 anggota HOG yang menjadi tersangka) akan dikeluarkan dari organisasi, begitu."


Akibat dari peristiwa ini, HOG akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. "Bahwa HOG selaku organisasi tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku. Sehingga kita menghormati apa yang sudah ditetapkan kepolisian, dengan ditetapkannya 4 tersangka tersebut, yang 4 tersangka merupakan anggota kita, member kita," jelasnya. "Ya HOG tetap menghormati apa yang sudah menjadi ketetapan dari kepolisian selaku penegak hukum, begitu."

Sebelumnya, Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Wijanarko menjelaskan, kejadian itu bermula saat kedua anggotanya yang sedang berboncengan melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Dr Hamka. Sesaat kemudian, ada beberapa anggota moge tersebut yang tertinggal dari rombongannya dan berusaha mendahului korban dengan kecepatan tinggi.

Saat itu, para pengendara motor melaju dengan kecepatan tak wajar sehingga korban terkejut ingga menepi sampai keluar jalan. "Pada saat rombongan moge mendahului Serda M Yusuf yang berboncengan dengan Serda Mustari memberi kesan kurang sopan karena rombongan moge tersebut bermain gas di luar batas wajar, sehingga kedua orang prajurit TNI AD yang sedang berboncengan menepi sampai dengan keluar jalan," kata Dodik dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10).

Merasa tak terima dengan perlakuan yang tak sopan, korban kemudian melakukan pengejaran dan memberhentikan salah satu anggota klub moge tersebut di Simpang Tarok. Saat itu kemudian terjadi cekcok antara pelaku dan korban hingga akhirnya terjadi dugaan penganiayaan.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait