Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkapkan kekhawatirannya terkait insiden mati listrik yang terjadi di sejumlah daerah, DKI Jakarta, Depok, Bekasi, dan Kabupaten Bogor, pada Minggu (1/11) kemarin.
- Nidya Putri
- Senin, 02 November 2020 - 11:30 WIB
WowKeren - Listrik di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Depok, Bekasi, dan Kabupaten Bogor, mati pada Minggu (1/11) kemarin. PT PLN pun mengaku hal mati lampu ini terjadi lantaran hujan deras disertai petir yang menyebabkan sejumlah Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 KV mengalami gangguan.
"PLN mohon maaf atas padamnya aliran listrik yang dialami oleh sebagian wilayah Jakarta mengalami padam," kata PLN dalam keterangan resminya, Minggu (1/11). "Secara bertahap PLN akan melakukan penormalan dengan memindahkan beban listrik ke jaringan lainnya."
Insiden mati listrik tersebut rupanya menimbulkan kekhawatiran dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Menurutnya, insiden mati listrik memicu perkumpulan warga di sekitar rumah.
"(Warga agar) Menjaga kerumunan di masa Covid kayak gini," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dilansir CNNIndonesia, Senin (2/11). Ia pun menegaskan protokol kesehatan, termasuk menghindari kerumunan, harus diterapkan di tengah insiden apapun.
Wiku juga mengingatkan agar warga tetap memakai masker dan menjaga jarak jika terpaksa keluar rumah karena mati listrik. Ini dilakukan untuk menjaga diri dari paparan COVID-19.
Sebelumnya, insiden mati listrik ini sempat menjadi trending topic di Twitter pada Minggu (1/11) siang. Semua cuitan tersebut berisi protes ke PLN.
Manager Media Relation PLN Intan Fahdiana pun mengatakan jika pemulihan kembali telah dilakukan secara bertahap oleh pihaknya. Mati listrik sendiri terjadi karena hujan deras yang disertai petir di daerah sekitar lokasi.
Aparat kepolisian mengkonfirmasi salah satu gardu listrik PLN di dekat lampu lalu lintas Fatmawati, Jakarta Selatan meledak siang kemarin. Pihak PLN bersama aparat masih mencari tahu penyebab ledakan itu. Pemadaman listrik sendiri terpantau terjadi di beberapa daerah sekitar pukul 12.58 WIB.
Sementara itu, per Minggu (1/11), terdapat 2.696 kasus baru COVID-19 selama 24 jam belakangan. Ini menambah akumulasi kasus corona di Indonesia yang sudah mencapai 412.784 kasus positif, dengan 341.942 kasus dinyatakan sembuh dan 13.943 kasus meninggal.
Dengan DKI Jakarta dan sekitarnya masih menjadi wilayah yang tergolong berisiko. Situasi serupa juga didapati pada Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kota dan Kabupaten Tangerang yang masih berstatus zona oranye.
(wk/nidy)