Sejak pekan lalu harga emas Antam kian meninggalkan level Rp 1 juta per gram dan diperkirakan akan terus menurun setidaknya sampai 2 hari ke depan. Namun setelahnya diperkirakan kembali menguat.
- Elvariza Opita
- Senin, 02 November 2020 - 12:57 WIB
WowKeren - Harga emas Antam saat ini tengah mengalami penurunan, bahkan beberapa waktu belakangan bertahan di bawah Rp 1 juta per gram. Dilansir dari Logam Mulia pada Senin (2/11), saat ini harga 1 gram emas Antam adalah Rp 994 ribu atau berkurang Rp 2 ribu dari harga Minggu (1/11) kemarin.
Memang sejak Kamis (29/10) pekan lalu, harga emas Antam mulai "ambles" sampai di bawah Rp 1 juta. Dan pengamat memperkirakan harga emas yang kurang dari Rp 1 juta ini akan bertahan sampai setidaknya 2 hari ke depan. Mengapa demikian?
Analis meyakini, harga emas saat ini terus terjun karena menanti hasil Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Pesta demokrasi yang mengadu Donald Trump dan Joe Biden itu sedianya akan digelar pada 3 November 2020 waktu setempat, atau Rabu (4/10) di Indonesia.
Para analis yakin, harga emas akan kembali menguat setelah Pilpres berakhir. Sebab stimulus fiskal akan kembali dibahas dan kemungkinan akan segera dicairkan, sementara kebijakan itu merupakan "bahan bakar" untuk mempertahankan harga emas di pasar dunia.
Alasan lain adalah karena beberapa negara kembali menerapkan lockdown akibat lonjakan besar-besaran kasus positif COVID-19. Salah satunya Inggris yang akan menerapkan kembali lockdown selama satu bulan.
"Kita bisa melihat level USD 1.825 per troy ons (emas) jika terjadi lebih banyak lockdown akibat virus Corona. Pasar saham bisa semakin ketakutan, yang mungkin akan menarik emas dan perak (sehingga harganya) lebih rendah menjelang Pemilihan Presiden AS," terang Pialang komoditas senior RJO Futures, Bob Haberkorn, dilansir Senin (2/11).
Analis dari bubbatrading.com, Andy Hecht, menyatakan bahwa siapapun pemenang Pilpres AS, harga emas akan tetap menguat. Hanya saja Hecht meyakini kemenangan Biden bisa membawa harga emas menjadi lebih baik sebab ada potensi sang calon dari Partai Demokrat akan mencairkan stimulus yang lebih besar ketimbang Trump.
(wk/elva)