WHO Kembali 'Sentil' Indonesia Soal Kasus Meninggal COVID-19, Ada Apa?
Nasional

Sejatinya 'sentilan' WHO untuk pengendalian wabah COVID-19 di Indonesia, terutama dari segi jumlah kasus meninggal, sudah beberapa kali dilakukan. Kali ini berikut alasannya.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memberi perhatian kepada negara-negara yang sedang berjuang melawan pandemi COVID-19. Salah satunya Indonesia yang rupanya belum lama ini kembali disentil oleh WHO. Ada apa?

Dalam Situation Report Indonesia yang diterbitkan Rabu (28/10) pekan lalu, rupanya WHO menyoroti perihal data kematian akibat COVID-19. Sebab berdasarkan data yang dihimpun WHO, hanya kematian COVID-19 yang dikonfirmasi yang dimasukkan pemerintah.

Maksudnya, Indonesia hanya mencatat kasus meninggal yang sudah dikonfirmasi akibat terinfeksi virus Corona. Padahal dalam beberapa kesempatan, WHO menegaskan bahwa kasus meninggal yang berkaitan dengan COVID-19, seperti probable, juga harus dihimpun.

"Sesuai definisi WHO, kematian akibat penyakit yang kompatibel secara klinis dalam kasus COVID-19 yang mungkin atau terkonfirmasi adalah kematian terkait COVID-19," jelas WHO, mendefinisikan kematian COVID-19 menurut standar lembaga tersebut. "Kecuali ada penyebab kematian alternatif yang jelas yang tidak dapat dikaitkan dengan COVID-19 (misalnya trauma)."


WHO juga mengamati daerah-daerah di Indonesia dengan jumlah kasus COVID-19 terkonfirmasi terbanyak. Di Pulau Jawa, ada 4 provinsi yang mencuri perhatian WHO karena menyumbang sampai 58,9 persen total kasus nasional, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

"Sampai 28 Oktober, angka kematian akibat COVID-19 di DKI Jakarta per satu juta penduduk dipastikan tertinggi di negara ini," kata WHO, kali ini menyinggung perkara kasus kematian akibat COVID-19 seperti dikutip pada Senin (2/11). "Disusul Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Utara."

Sebelumnya WHO juga sudah berkali-kali "menyentil" Indonesia terkait dengan metode penghitungan jumlah kasus meninggal akibat COVID-19. Sebab Indonesia masih meninggalkan hitungan kasus probable COVID-19 atau mereka yang meninggal dengan gambaran klinis terinfeksi virus Corona tetapi belum ada konfirmasi hasil tes.

Padahal, imbuh WHO, sejumlah daerah malah mencatatkan jumlah kematian oleh pasien probable COVID-19 jauh lebih tinggi daripada yang terkonfirmasi. "Temuan ini menunjukkan bahwa pada beberapa daerah, kasus kematian terjadi sebelum hasil pengujian keluar," terang WHO.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait