Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai jika staf khusus milenial yang ditunjuk Presiden Jokowi masih minim prestasi meski telah bekerja selama setahun.
- Nidya Putri
- Senin, 02 November 2020 - 14:39 WIB
WowKeren - Setahun sudah Presiden Joko Widodo menunjuk staf khusus milenial untuk membantu menjalankan pemerintahan. Sayangnya, sejauh ini stafsus milenial dinilai minim prestasi.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai, alih-alih prestasi, yang lebih banyak mengemuka dari stafsus milenial justru konflik kepentingan. "Dalam setahun ini nyaris kita tidak disuguhkan prestasi yang dilakukan oleh stafsus milenial, yang lebih mengemuka adalah kecenderungan conflict of interest," kata Adi dilansir Kompas, Senin (2/11).
Adi mencontohkan kasus yang sempat melibatkan salah satu stafsus milenial, Adamas Belva Delvara. April lalu, muncul polemik mengenai terpilihnya Ruang Guru, perusahaan start-up yang didirikan dan dipimpin Belva, sebagai mitra program Kartu Prakerja.
Banyak pihak menilai bahwa hal ini berpotensi menjadi konflik kepentingan. Akhirnya, pada 21 April, Belva resmi mengundurkan diri sebagai stafsus milenial.
Adi kemudian menyinggung adanya stafsus milenial yang sempat membuat pernyataan kontroversial sampai dianggap sebagai buzzer pemerintah. "Mestinya stafsus itu memposisikan dirinya sebagai negarawan, sebagai jubir negara yang sedikit pun tidak boleh ada kesalahan apa-apa," ujarnya.
Menurutnya, sebelum ditunjuk mendampingi presiden, bisa jadi stafsus milenial memiliki kehebatan di bidang masing-masing. Namun, setelah menjadi stafsus dan dihadapkan dengan sistem politik yang rumit, mereka tak bisa berbuat banyak.
Adanya situasi pandemi COVID-19 juga tak membuat kinerja stafsus milenial didengar oleh publik. Padahal, ditunjuknya anak-anak muda di lingkungan Istana diharapkan membawa manuver segar dan inovatif.
Oleh karena itu, Adi menilai jika keberadaan stafsus milenial Jokowi perlu dievaluasi. "Enggak kelihatan kerja-kerja stafsus itu. Betul dugaan-dugaan publik itu bahwa stafsus ini seperti pajangan," paparnya. "Bagi saya juga layak untuk dievaluasi. Jangan hanya milenial enggak milenial, tapi enggak ada kontribusinya."
Seperti yang telah diketahui, pada 21 November 2019 lalu, Jokowi memperkenalkan tujuh orang yang menjadi staf khususnya. Mereka berasal dari kalangan milenial.
Ketujuh stafsus milenial itu adalah CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung; pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara; perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi.
Kemudian, pendiri Thisable Enterprise sekaligus kader PKPI Angkie Yudistia; pemuda Papua sekaligus peraih beasiswa kuliah di Oxford Gracia Billy Yosaphat Membrasar; mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma'ruf dan pendiri Lembaga Keuangan Amartha Andi Taufan Garuda.
(wk/nidy)