Pengamat Pertahanan sekaligus peneliti CSIS Curie Maharani mengungkapkan jika dirinya tak yakin Kementerian Pertahanan mampu memantau industri pertahanan dalam negeri.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 03 November 2020 - 11:15 WIB
WowKeren - Pengamat Pertahanan sekaligus peneliti CSIS Curie Maharani mengaku tak yakin dengan Kementerian Pertahanan untuk bisa memantau industri pertahanan dalam negeri. Ia mempertanyakan apakah kementerian tersebut memiliki sumber daya yang cukup.
"Kementerian Pertahanan sendiri ini, sampai saat ini saya tidak yakin bahwa mereka punya sumber daya yang cukup untuk lakukan pemantauan industri," kata Curie dalam sebuah diskusi seperti dilansir CNN Indonesia, Selasa (3/11).
Kendati demikian, ia mengakui jika sekadar meregistrasi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan, Kemenhan mungkin tidak mengalami kendala yang signifikan. Namun, akan berbeda cerita jika pengawasan dilakukan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.
Ia tak yakin Kemenhan bisa melakukannya. Saat ini, tak sedikit industri yang sebelumnya terdaftar bergerak di bidang pertahanan justru ketika dicek kembali telah berubah menjadi perusahaan lain.
"Jadi hal-hal ini masih bisa terjadi," lanjut Curie. "Dan apa menurut saya perlu adanya kesadaran dari pemerintah memberikan perhatian sumber daya yang cukup kepada program-program kemandirian industri pertahanan, terutama ke Direktorat Jendral Potensi Pertahanan."
Lebih jauh, ia juga menyayangkan adanya pergantian di struktur Eselon I Kementerian Pertahanan yang kini diisi oleh hampir seluruhnya dari militer. "Sayang sekali Dirjen Pothan ini kembali lagi ke militer gitu yah. Padahal tugasnya berat dan berhubungan dengan teknologi pertahanan," kata dia melanjutkan.
Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah melakukan perombakan pada sejumlah pejabat di lingkup Kemenhan. Masih dilansir CNN Indonesia, ada enam perwira tinggi atau pejabat eselon I di Kemenhan yang mengalami mutasi atau perombakan.
(wk/zodi)