Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) angkat berbicara dan menjelaskan mengenai hubungan Indonesia dan Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden (Pilpres) AS pada November ini.
- Ruth Meliana
- Selasa, 03 November 2020 - 15:38 WIB
WowKeren - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat, Muhammad Lutfi angkat berbicara mengenai Pilpres AS. Ia membongkar hubungan Indonesia dengan Amerika hingga pengaruh Pemilu AS pada November ini.
Lutfi mengatakan jika apapun hasil Pilpres, Indonesia dan Amerika tetap memiliki hubungan yang erat karena memiliki nilai-nilai kebangsaan yang sama. Kedua negara yang sama-sama menerapkan demokrasi dinilai akan terus menjunjung tinggi hukum dan memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
"Siapapun presiden AS yang terpilih, baik dari Partai Demokrat yaitu Joe Biden, ataupun Presiden Donald Trump dari Partai Republik, yang sudah dibuktikan oleh beliau banyak sekali terobosan-terobosan Indonesia yang bisa dijalankan," kata Lutfi dalam taklimat media yang diselenggarakan secara daring dari Washington DC, Senin (2/11) malam. "Saya akan berusaha sekuat tenaga memastikan bahwa tingginya perdagangan akan mendatangkan investasi."
"Saya melihat bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memiliki shared norma-norma dan nilai-nilai yang sama," sambungnya. "Dua bangsa yang mempunyai demokrasi secara terbuka, menjunjung tinggi hukum, memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk mengemukakan pendapat dan bebas memilih."
Nilai-nilai yang dianut kedua negara ini lantas menjadikan Indonesia dan AS bagaikan teman sejati. "Karena nilai dan norma ini, saya merasa Indonesia dan AS akan berdiri sama tinggi baik di kawasan maupun di dunia, sebagai sahabat lama yang baru," ungkap Lutfi.
Kedekatan Indonesia dan Amerika disebutkan Lutfi tercermin dari dua pencapaian kedua negara ini. Kedua negara selama ini selalu melakukan kerja sama di sejumlah sektor.
Pencapaian pertama yakni kedekatan Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemenhan) dan AS. Hal ini ditunjukkan dengan hadirnya Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ke AS beberapa waktu lalu.
Menurut Lutfi, kerja sama Kemenhan dengan AS dianggap sangat penting karena berkaitan dengan keamanan regional. Tak hanya itu, kedua negara juga telah sepakat dalam perpanjangan fasilitas bebas tarif bea masuk (generalized system of preference/GSP) untuk produk-produk ekspor Indonesia oleh AS.
"GSP yang sudah 2,5 tahun (proses tinjauan) di saat-saat terakhir ini tembus dan kita dapat closure," jelas Lutfi. "Ini saya yakin karena kedekatan yang baik."
(wk/lian)