Menurut Ketua Umum Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi Kota Banda Aceh, Tgk Umar Rafsanjani, pernyataan Presiden Macron telah menyakiti umat Muslim di seluruh dunia.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 03 November 2020 - 19:46 WIB
WowKeren - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendapat kritik dari berbagai negara karena pernyataannya dinilai melecehkan Nabi Muhammad. Di Indonesia, Aliansi Ormas Islam di Aceh menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (3/11) hari ini untuk mengutuk pernyataan Presiden Macron.
Massa bahkan menebar foto Presiden Macron di jalan dan mengajak pengendara untuk melindasnya. Selain itu, foto Presiden Macron juga dibakar dan diinjak.
Menurut Ketua Umum Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi Kota Banda Aceh, Tgk Umar Rafsanjani, pernyataan Presiden Macron telah menyakiti umat Muslim di seluruh dunia. Ia bahkan menantang Presiden Macron untuk berduel.
"Jika nabi kita dihina tentu siapa saja pasti akan melawan," ujar Umar dilansir CNN Indonesia. "Bahkan saya menantang Macron untuk duel."
Selain itu, pihaknya juga mengimbau supaya para pengusaha di Aceh tidak memperjualbelikan produk Prancis. Seruan tersebut dijadikan sebagai peringatan bahwa umat Muslim siap melawan dengan cara apa pun.
Di sisi lain, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, telah meminta anggotanya untuk menyingkirkan produk Prancis yang berada di Gedung DPRK Banda Aceh. Menurut Farid, pihaknya juga telah mengajukan pembatalan semua kerja sama dengan Prancis ke Pemkot Banda Aceh.
"Di DPRK kita tidak lagi gunakan produk Prancis baik minuman kemasan maupun yang lainnya," ungkap Farid. "Kita sudah tegaskan ke wali kota untuk batalkan kerja sama dengan Prancis."
Pemerintah Aceh sebelumnya juga telah membatalkan perjanjian kerja sama dengan Institut Francais d'Indonesie. Langkah tersebut dijadikan sebagai bentuk kecaman pemerintah dan masyarakat Aceh kepada Presiden Macron.
Pelaksana tugas harian (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menjelaskan bahwa sikap Presiden Macron yang menyebut Islam tengah mengalami krisis dan tak melarang penerbitan karikatur Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berpendapat telah melukai hati miliaran umat Muslim dunia. "Penundaan kerja sama ini sebagai sikap protes, bentuk keberatan pemerintah bersama seluruh masyarakat Aceh kepada pemerintah Prancis yang telah mendiskreditkan Islam," ujar Nova pada Senin (2/11).
(wk/Bert)