Peneliti Unpad Blak-Blakan Soal Uji Klinis Vaksin Sinovac, Ada Efek Samping Berbahaya?
Nasional

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin dari Unpad, Kusnandi Rusmil, membeberkan perkembangan terkini soal uji klinis Sinovac di Kota Bandung. Apakah ada efek samping yang teramati peneliti?

WowKeren - Uji klinis fase III atas vaksin Corona Sinovac masih dijadwalkan berlangsung hingga awal tahun depan. Namun kabar terbaru mengungkap belasan relawan malah mengundurkan diri dari uji klinis tersebut.

Lantas apakah ini pertanda bahwa vaksin yang dibuat Sinovac tidak pasti keamanannya hingga menyurutkan niat sejumlah relawan? Diungkap oleh Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil, sejauh ini vaksin Corona Sinovac masih berlangsung aman.

Kusnandi menegaskan tidak ada hal-hal menakutkan atau membahayakan yang terjadi kepada relawan. Kalaupun ada yang mengundurkan diri, imbuhnya, karena alasan pindah kerja atau sakit dan bukan diakibatkan efek negatif vaksin.

"Kami sudah melakukan penyuntikan 1.590 sekian untuk suntikan kedua," kata Kusnandi, Selasa (3/11). "Tidak kami temukan hal-hal menakutkan, paling panas dan demam dalam 2 hari hilang."


"Saya pikir sampai saat ini keamanannya bisa dipertanggungjawabkan," imbuhnya. Ia juga menyatakan bahwa saat ini banyak relawan yang telah mendapatkan suntikan kedua vaksin Sinovac.

Lebih lanjut dijelaskan, Sinovac sebelumnya telah menjalani uji klinis fase I dan II di Tiongkok. "Sebelum uji fase satu sudah pre clinical trial, diuji pada tumbuhan, itu tidak rusak, kemudian disuntikkan pada tikus dan monyet, dan tidak ada perubahan yang signifikan pada organnya, pada hati, limpa, paru-paru, pada usus," ungkap Kusnandi soal keamanan vaksin Sinovac.

Peneliti juga mengamati imunogenitas dan efikasi pada uji klinis fase I dan II. Dan terungkap pemberian vaksin dosis rendah menunjukkan hasil yang baik.

Kusnandi pun memastikan bahwa pihaknya tidak menutupi apapun terkait hasil uji klinisnya. Bahkan menurut Kusnandi yang sudah lama berkecimpung di dunia pengembangan vaksin, uji klinis kali ini cenderung lebih aman ketimbang vaksin lain seperti tetanus dan difteri.

"Saya melaporkan hasil uji klinis ini kalau hasilnya baik saya bilang baik, kalau tidak baik ya saya bilang tidak baik," tegas Kusnandi, dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (4/11). "Nanti kan dibandingkan dengan uji klinis negara lain."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait