Ormas Sweeping Produk Prancis, NasDem Sarankan Cara Elegan Ini
Nasional

Aksi menyasar atau melakukan sweeping produk lalu membakarnya justru dinilai tidak efektif. Sebab, produk yang seharusnya bisa dimanfaatkan akan menjadi sia-sia.

WowKeren - Sekelompok orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) melakukan aksi sweeping di sebuah minimarket di Menteng, Jakarta Pusat. Mereka menyasar produk-produk yang dianggap berkaitan dengan Prancis.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya pun memberikan usulan. Alih-alih menyasar lalu membakar produk, akan lebih elegan jika melakukan boikot produk. Menurutnya, cara ini lebih cerdas.

"Lebih tepat dan lebih elegan jika aksinya adalah aksi boikot produk," kata Willy, Rabu (4/11). "Itu justru lebih mencerdaskan."

Selain itu dengan melakukan boikot, Prancis pun akan bereaksi. Sebelumnya, aksi boikot telah dilakukan oleh sejumlah negara di dunia yang juga sakit hati dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Aksi boikot tersebut membuahkan hasil dengan munculnya respons dari pemerintah Prancis.


"Dengan seruan aksi boikot, sebuah negara akan menghiraukan tuntutan yang diminta. Seperti yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah beberapa hari kemarin," tutur Willy menjelaskan. "Prancis langsung bereaksi terhadap hal tersebut. Dengan demikian terjadi yang namanya aksi-reaksi."

Sementara itu aksi sweping lalu membakar produk justru tidak efektif. Produk yang seharusnya bisa dimanfaatkan akan menjadi sia-sia. Kelompok orang dari GPI tersebut membeli produk lalu membakarnya. Hal ini sebagai bentuk kecaman atas pernyataan Macron.

Sejumlah produk yang menjadi sasaran antara lain air mineral, susu, hingga pembersih muka. Setelah membayar di kasir, produk itu kemudian dibuang di depan minimarket. Beberapa produk ada yang dibakar bersama poster bergambar Macron.

Sementara itu, pihak pengusaha peritel khawatir jika aksi sweeping produk Prancis bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, mereka telah berkoordinasi dengan pihak polisi.

"Kita juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin ada," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin dilansir Detik, Kamis (5/11). "Hal yang seperti saya sampaikan tadi ada video yang beredar (ormas) melakukan sweeping atau apa namanya di toko-toko anggota kita."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait