Tren Kasus COVID-19 Minggu Lalu Melandai Ternyata Bukan Kabar Baik, Begini Penjelasannya
Nasional

Pekan lalu jumlah kasus positif COVID-19 harian yang dilaporkan memang sempat mengalami penurunan. Bahkan ada 2 hari ketika jumlah kasusnya tidak mencapai 3 ribu.

WowKeren - Secara mengejutkan, Indonesia mencatatkan tren penurunan kasus COVID-19 pada pekan lalu. Bahkan setidaknya ada 2 hari pada pekan lalu yang hanya melaporkan kurang dari 3 ribu kasus konfirmasi positif COVID-19.

Terkait dengan situasi ini, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengaitkan dengan libur panjang pada akhir Oktober 2020. Namun Satgas COVID-19 juga menegaskan temuan ini bukan berarti libur panjang atau jalan-jalan merupakan "kunci" untuk menurunkan jumlah kasus positif.

"Jadi untuk pekan kemarin memang kita masih lihat tren penambahan kasus yang menurun. Yang bisa kita ambil kesimpulan, bukan berarti ketika kita jalan-jalan kasus akan turun. Itu ada hal yang berbeda lagi," terang Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, Kamis (5/11).

Namun penurunan ini, imbuh Dewi, merupakan implikasi dari kejadian pekan sebelumnya. "Namun, kemungkinan besar karena memang (kondisi) kasus yang pada pekan lalu ini menggambarkan kasus yang terjadi pada pekan sebelumnya," tuturnya, dikutip dari Kompas.


Atau dengan kata lain, Dewi menegaskan bahwa penurunan jumlah kasus positif bukan efek dari libur panjang. Justru dampak libur panjang ini baru akan terlihat 1-2 pekan setelahnya, alias pada minggu ini atau minggu depan.

Ahli Epidemiologi UI Pandu Riono juga menyampaikan hal serupa. Ia meminta publik untuk tidak senang terlebih dahulu dan tetap waspada karena tren penurunan jumlah kasus positif ini terjadi bersamaan dengan berkurangnya jumlah pemeriksaan spesimen.

"Kalau semakin rendah tesnya, maka tren kasusnya berpeluang ikut menurun. Bukan karena kasusnya turun," jelas Pandu. "Jangan senang dulu bila dilaporkan ada tren yang melandai atau turun."

Hanya saja Pandu mengakui tidak tahu apa penyebab sampai jumlah kasus COVID-19 menurun. Sebab bisa saja dengan libur panjang di akhir pekan lalu menyebabkan jumlah spesimen dan orang yang diperiksa juga berkurang.

"Masih misteri kenapa tes kok turun, termasuk di Jakarta. Mungkin besar pengaruh liburan panjang. Yang penting targetnya orang, bukan spesimen," terang Pandu.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait