Meski demikian, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Slamet Budiarto meminta agar tren penurunan ini tidak membuat pemerintah lengah dalam melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment).
- Bertilia Puteri
- Kamis, 05 November 2020 - 15:47 WIB
WowKeren - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengakui bahwa kasus positif virus corona (COVID-19) telah menunjukkan tren penurunan hingga 40 persen dalam sebulan terakhir. Meski demikian, IDI meminta agar tren penurunan ini tidak membuat pemerintah lengah dalam melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment).
"Angka yang sakit COVID-19 turun sekitar 40 persen hingga hari ini," tutur Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Slamet Budiarto dilansir CNN Indonesia pada Kamis (5/11). "Tapi harus tetap waspada."
Menurut Budiarto, penurunan terjadi terutama saat DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 12 Oktober 2020 lalu. Selain itu, sejumlah daerah dengan zona merah juga menunjukkan tren penurunan kasus pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.
Sebelumnya, muncul dugaan jumlah kasus positif COVID-19 turun karena tingkat testing pemerintah juga ikut menurun. Terkait dugaan tersebut, Budiarto menjelaskan bahwa jumlah spesimen yang diperiksa atau suspek yang menunggu hasil tidak selalu dapat dijadikan patokan.
Menurut Budiarto, pihaknya selama ini hanya melihat data kasus positif dan angka kematian untuk mengukur jumlah pasien dan bed occupancy rate (BOR). "Pegangan kami pada angka kesakitan atau pasien yang dirawat di RS, dan angka kematian yang turun," ungkap Budiarto.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Susi Setiawaty. Susi menyatakan bahwa tren penurunan jumlah pasien COVID-19 memang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
"Pasien menurun ya di DKI dan idem pasien luar DKI," jelas Susi. "Semoga terus menurun, semoga cepat berlalu."
Menurut Susi, tren penurunan terjadi karena masyarakat telah mampu menjalankan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dengan baik. Selain itu, upaya seluruh pihak baik pemerintah maupun tenaga kesehatan juga sukses menekan laju penyebaran COVID-19.
"Saya rasa semua stakeholder sudah berusaha bersama-sama menekan COVID-19," pungkas Susi. "Sosialisasi terus menerus dan dukungan masyarakat untuk komitmen terhadap 3M, sehingga jangan lengah ke depannya."
(wk/Bert)