Penjelasan Tim Riset Unpad Soal Pengunduran Diri Belasan Relawan Uji Klinis Vaksin Corona
Nasional

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil menyatakan bahwa para relawan yang drop out tersebut tetap dipantau oleh tim peneliti.

WowKeren - Belasan relawan uji klinis tahap III vaksin virus corona (COVID-19) buatan perusahaan Sinovac asal Tiongkok di Bandung dilaporkan mengundurkan diri. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil lantas menjelaskan persoalan tersebut.

Menurut Kusnandi, mereka mundur bukan karena proses penyuntikkan vaksin. "Jadi yang mengundurkan diri ada yang pindah kerja, ada yang sakit, tapi sakitnya itu tidak berhubungan dengan imunisasi," tegas Kusnandi di Bandung, dilansir CNN Indonesia pada Kamis (5/11).

Kusnandi lantas mencontohkan ada sejumlah relawan yang mengalami sakit tipus, dan ada yang mengalami flu berat setelah mendapat suntikan vaksin pertama. Dengan demikian, timnya tidak bisa memberikan injeksi vaksin kedua terhadap relawan tersebut.

"Kalau sudah lewat suntikan kedua enggak bisa kan, berarti drop out. Sementara kita (peneliti) perlunya yang dua kali suntik," ungkap Kusnandi. "Tapi karena dia mundur sehingga tidak bisa ikut suntikan kedua."


Sebanyak 17 orang relawan uji klinis tersebut memang sudah drop out, namun kondisi mereka masih tetap dipantau oleh tim. "Walaupun demikian dia tetap dipantau kesehatannya sampai akhir dan dia dapat asuransi yang berlaku sampai akhir penelitian," ujar Kusnandi.

Lebih lanjut, Kusnandi menyatakan bahwa tim peneliti melakukan pemantauan secara ketat terhadap para relawan uji klinis tahap III vaksin corona Sinovac ini. Menurut Kusnandi, sudah ada 1.620 relawan yang mendapatkan suntikan pertama dan 1.580 yang mendapat suntikan kedua.

Para relawan diambil sampel darahnya sebanyak empat kali. Yakni dari sebelum vaksinasi pertama, dua minggu setelah vaksinasi kedua, tiga bulan setelah vaksinasi kedua dan enam bulan setelah vaksinasi kedua.

"Kenapa begitu? (Empat kali pengambilan darah) untuk melihat kemajuannya, sehingga kita bisa mengukur kadar zat anti," papar Kusnandi. "Dan selama pengambilan darah itu ditanya tanya lagi kondisinya, bagaimana kesehatannya. Jadi memang pemantauannya ketat."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait