Status Merapi telah naik level menjadi dari waspada menjadi siaga. Kini, BPPTKG memperingatkan warga setempat untuk was was dengan awan panas yang diprediksi akan terlontar hingga radius 5 km.
- Ruth Meliana
- Jumat, 06 November 2020 - 11:48 WIB
WowKeren - Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). Kini, warga diminta untuk terus waspada dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang bisa berlanjut ke erupsi.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menjelaskan potensi terjadinya letusan eksplosif Gunung Merapi. Ancaman bahaya dari kondisi ini salah satunya lontaran material dan awan panas sejauh maksimal radius 5 kilometer.
"Aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk," kata Hanik Humaida dalam keterangannya seperti dilansir dari Detik, Kamis (5/11). "Sehubungan dengan hal tersebut maka status aktivitas Merapi ditingkatkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) berlaku mulai tanggal 5 November 2020 pukul 12.00 WIB."
"Sampai saat ini kegempaan dan deformasi masih terus meningkat. Berdasarkan hal tersebut dimungkinkan terjadi proses ekstrusi magma secara cepat atau letusan eksplosif," sambungnya. "Potensi ancaman bahaya berupa guguran lava, lontaran material dan awan panas sejauh maksimal 5 km."
Berdasarkan pemantauan BPPTKG, Merapi kembali memasuki fase intrusi magma baru. Hal ini ditandai dengan peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dan rangkaian letusan eksplosif sampai dengan 21 Juni 2020. Setelah letusan eksplosif pertama pada Juni lalu, kegempaan internal yaitu VA, vulkanik dangkal (VB) dan fase banyak (MP) mulai meningkat.
"Aktivitas vulkanik terus meningkat hingga saat ini," terang Hanik. "Kondisi data pemantauan di atas sudah melampaui kondisi menjelang munculnya kubah lava 26 April 2006, tetapi masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum erupsi 2010."
Lebih lanjut Hanik menjelaskan jika letusan ini belum membuat Merapi membentuk kubah lava baru. Hal tersebut dipastikan dari pengamatan morfologi kawah Merapi dengan menggunakan drone. "Berdasarkan pengamatan morfologi kawah Merapi dengan metode foto udara (drone) pada tanggal 3 November 2020 belum terlihat adanya kubah lava baru," pungkasnya.
(wk/lian)