Pondok Pesantren di Bantul, DI Yogyakarta dilaporkan menjadi klaster penyebaran virus corona. Akibatnya, pemerintah setempat langsung 'lockdown' satu kompleks sekitar ponpes.
- Ruth Meliana
- Jumat, 06 November 2020 - 13:18 WIB
WowKeren - Pondok pesantren yang terletak di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta dilaporkan menjadi klaster penyebaran virus corona. Hal ini diketahui setelah seratusan santri dan pengasuhnya dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.
Pemerintah Desa Panggungharjo kini langsung melakukan karantina mandiri di salah satu kompleks Ponpes tersebut. Tak hanya itu, pembatasan aktivitas juga diterapkan di 17 kompleks setempat.
"Pemerintah Desa Panggungharjo, Sewon memberlakukan karantina mandiri untuk satu komplek," kata Lurah Desa Panggungharjo Sewon Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Kamis (5/11). "Dan memberlakukan pembatasan aktivitas di 17 komplek lainnya di Pondok (Ponpes) Krapyak."
Wahyudi menjelaskan alasan pihaknya melakukan karantina wilayah (lockdown di satu komplek ini demi mengendalikan penyebaran virus corona. Ia berupaya agar klaster ponpes ini tidak menyebar dan menginfeksi banyak masyarakat Bantul hingga Yogyakarta.
Lebih lanjut Wayhudi menerangkan penemuan klaster ini setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul melakukan pelacakan ke ponpes tersebut. "Karantina dan pembatasan aktivitas ini dilakukan setelah tracing (pelacakan) COVID-19 oleh Dinas Kesehatan Bantul kepada penghuni komplek Pondok Pesantren Krapyak," ujar Wahyudi.
Berdasarkan laporan yang didata pihaknya, sebanyak 131 orang di ponpes tersebut positif terinfeksi virus corona. Temuan ini didapat setelah pelacakan yang dilakukan pada 27 Oktober dan 3 November. Dinkes Bantul kemudian melakukan tes COVID-19 terhadap 288 orang.
Dari hasil tes, kasus positif virus corona paling banyak ditemukan pada santri dan ponpes Krapyak. Beruntung, seluruh santri dan pengasuh yang terinfeksi COVID-19 tidak menunjukkan gejala dan dalam keadaan baik-baik saja. "Sejauh ini para santri dan pengasuh yang positif berada dalam kondisi yang baik dan tidak bergejala," pungkasnya.
Pemerintah desa setempat saat ini bekerja sama dengan Dinkes untuk memberikan bantuan terhadap ponpes tersebut. Diantaranya adalah memaksimalkan layanan termasuk asistensi klinis jarak jauh untuk memantau perkembangan masing-masing pasien. Selain itu, mereka juga memberi bantuan logistik, alat sanitasi, hingga perlengkapan belajar mengajar untuk para santri dan pengurus pondok di Krapyak tersebut.
"Di tengah merebaknya wabah COVID-19, Pemerintah Desa harus tetap hadir dan berupaya memberi perlindungan kepada warga, termasuk santri dan pengasuh yang tinggal di wilayah Desa Panggungharjo," tegas Wahyudi. "Jadi perlindungan warga menjadi prioritas utama kami."
(wk/lian)