Limbah Rapid Test Dibuang di Pinggir Jalan Bekasi, Polisi Lakukan Penyelidikan
Nasional

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah limbah medis tersebut bersifat mencemari lingkungan. Sehingga baru bisa ditentukan apakah aksi tersebut mengandung unsur pidana

WowKeren - Sejumlah limbah medis yang diduga merupakan bekas tes COVID-19 dibuang di pinggir jalan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pihak polisi saat ini masih menyelidiki temuan tersebut yang di antaranya berupa alat untuk rapid test.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengatakan saat ini pihaknya masih belum menetapkan tersangka kasus tersebut. "Masih dalam pemeriksaan ya, belum ada yang ditetapkan tersangka. Kan perlu hasil lab segala macem," kata dia dilansir Detik, Jumat (6/11).

Penyelidikan juga dilakukan untuk memastikan apakah limbah medis tersebut bersifat mencemari lingkungan. Sehingga dari sini baru bisa ditentukan apakah aksi tersebut mengandung unsur pidana atau tidak. Pihak kepolisian juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. "Jadi DLH nanti terbukti itu limbah medis, ada pencemaran lingkungannya, baru nanti bisa ditetapkan itu pidana atau bukan," ucapnya.


Untuk sementara ini, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas perusahaan yang membuang limbah medis tersebut di pinggir jalan. Kendati demikian, ia masih enggan untuk membeberkan inisial sebab masih diperlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikannya.

"Ya masih dalam penyelidikan, saya belum bisa ungkap dulu, walau dalam berita-berita sudah disampaikan, tapi ini kan kita harus dalami dulu," tuturnya melanjutkan. "Saya belum bisa pastikan dan sampaikan karena masih penyelidikan."

Sebelumnya, limbah medis ditemukan oleh warga setempat di pinggir Jalan Raya Sukatani-Cabangungin pada Jumat (30/10). Selain alat rapid test, limbah ini juga berupa APD hingga jarum suntik. "Alat rapid test ya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Maniarti masih dilansir Detik.

Ia menuturkan jika limbah itu berasal dari sebuah klinik milik salah satu perusahaan di Kabupaten Bekasi. "Kalau yang dapat informasinya kan (limbah medis itu dari) klinik ya, klinik perusahaan," sambung Sri.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait