Menurut Menaker Ida Fauziyah, tercatat ada 6,9 juta orang pengangguran per Februari 2020, dan data Kemnaker mencatat ada sekitar 2,1 juta pekerja yang turut terdampak COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 07 November 2020 - 18:56 WIB
WowKeren - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia meningkat jadi 9,77 juta orang pada periode Agustus 2020. Angka tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah pengangguran periode Agustus 2019 yang hanya mencapai 7,10 juta orang.
Terkait hal ini, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan bahwa jumlah pengangguran tersebut memang telah diperkirakan. Menurut Ida, tercatat ada 6,9 juta orang pengangguran per Februari 2020, dan data Kemnaker mencatat ada sekitar 2,1 juta pekerja yang turut terdampak COVID-19.
"Jadi bisa dihitung, 6,9 ditambah dengan 2,1, jadi kira-kira memang angkanya sesuai dengan yang kita prediksi sebelumnya, 9,7 juta pengangguran kita," ungkap Ida pada Jumat (7/11). "Ini memang angka yang naiknya cukup tinggi karena pandemi COVID-19 ini memang berdampak sangat kuat buat ketenagakerjaan kita."
Lebih lanjut, Ida mengungkapkan bahwa pemerintah telah berupaya untuk menjalankan berbagai program demi mengatasi dampak COVID-19. Sebagai contoh, Ida menjelaskan bahwa Kemnaker terus berupaya melakukan program peningkatan kompetensi dengan melakukan berbagai pelatihan.
Adapun pelatihan vokasi tersebut penting dilakukan sebagai bekal untuk orang yang baru memasuki atau ingin kembali masuk ke pasar kerja. Menurut Ida, Kemnaker memiliki program perluasan kesempatan kerja melalui kegiatan penciptaan wirausaha baru, inkubasi bisnis, dan padat karya.
Ketiga kegiatan tersebut bahkan memperoleh anggaran tambahan jaring pengaman sosial. Pasalnya, situasi saat ini membuat lapangan kerja baru relatif terbatas jika dibandingkan dengan situasi normal.
"Kami punya program untuk menangani COVID-19, ada program jaring pengaman sosial," ungkap Ida. "Kami memperbanyak program padat karya produktif, padat karya infrastruktur, pelatihan kewirausahaan baik yang dilakukan di BLK maupun yang dilakukan secara langsung kelompok-kelompok masyarakat."
Selain Kemnaker, tutur Ida, Kementerian lain juga berupaya untuk menjalankan program yang dapat menyerap tenaga kerja. Salah satunya adalah dengan memperluas pelaksanaan program padat karya.
(wk/Bert)