Penerbangan Internasional Bali Dikabarkan Buka 1 Desember 2020, Pemprov Bilang Begini
Pixabay
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Wacana pembukaan akses penerbangan internasional tersebut viral di aplikasi WhatsApp. Gubernur Bali I Wayan Koster hingga Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pun buka suara.

WowKeren - Wacana pembukaan penerbangan internasional dari dan ke Bali per 1 Desember 2020 mendatang mulai mencuat. Wacana pembukaan akses penerbangan internasional tersebut viral di aplikasi WhatsApp.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pun buka suara. Menurutnya, wacana pembukaan sektor pariwisata masih sebatas pembicaraan karena kondisi kasus virus corona di Indonesia dan luar negeri juga harus dipertimbangkan.

"Negara asal pariwisata juga diperhitungkan dengan cermat," terang Oka di Gedung DPRD Bali pada Senin (9/11). "Ada pembicaraan ke arah sana (pembukaan pariwisata internasional pada 1 Desember). Ada kita masih perlu persiapan lagi."

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan bahwa wacana pembukaan pariwisata internasional tersebut masih sebatas kajian. "Sedang dibahas dengan Menko bersama dengan Menteri Perhubungan," jelas Koster.


Meski demikian, Koster juga mengakui bahwa pembukaan penerbangan internasional harus dilakukan untuk pemulihan ekonomi Bali. "Untuk pengiriman produk-produk dan juga (bisnis)," tutur Koster.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan mengevaluasi kesiapan Bali untuk menyambut turis asing. Baik pemerintah pusat maupun Pemprov Bali tak ingin ada lonjakan kasus virus corona (COVID-19) usai pariwisata dibuka kembali.

"Karena itu penting untuk menggerakkan ekonomi kita. Tapi pemerintah pusat kan mengevaluasi tingkat kesiapan kita, jangan sampai ketika dibuka terjadi eskalasi kasus yang meningkat," papar Indra. "Kita dapatkan bukan manfaat tapi kerugian, karena itu maka persiapan kita matangkan terus."

Adapun kajian ini dilakukan oleh tim gabungan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Kementerian Hukum dan HAM. Masing-masing tim nantinya akan melaporkan hasil kajian mereka kepada Presiden Joko Widodo dan Gubernur Koster.

Sejumlah kegiatan simulasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, hotel, transportasi, hingga imigrasi telah dilaksanakan menjelang pembukaan pariwisata internasional. "Ada waktunya para pimpinan bertemu dan menyepakatinya," pungkas Indra.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts