Wabah Corona 'Telan' 282 Nyawa Nakes di RI, Provinsi Ini yang Paling Parah
Nasional

IDI mengungkap sebanyak 282 orang tenaga medis sudah meregang nyawa selama pandemi COVID-19. Yang menjadi sorotan, provinsi terparah bahkan 'menyumbang' sampai 36 korban jiwa.

WowKeren - Belum ada yang bisa memprediksi kapan pandemi COVID-19 akan berakhir, termasuk di Indonesia. Bahkan beberapa pakar meyakini Indonesia belum memasuki puncak wabah.

Namun di tengah situasi tersebut, sebuah kabar buruk patut diwaspadai. Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan sebanyak 282 petugas medis dan kesehatan sudah wafat akibat infeksi virus SARS-Cov-2 sejak kasus perdana diumumkan pada Maret 2020 silam.

"Terdiri atas 159 dokter dan sembilan dokter gigi," kata Ketua Tim Mitigasi IDI, Adib Khumaidi, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (10/11). "Dan 114 perawat."

Para dokter yang meninggal dunia itu adalah 84 dokter umum dengan 4 di antaranya adalah guru besar dan 73 dokter spesialis dengan 6 di antaranya adalah guru besar. Kemudian sebanyak 2 residen yang berasal dari 20 IDI wilayah (provinsi) dan 71 residen dari IDI cabang (kabupaten/kota).


Lebih lanjut disebutkan, Provinsi Jawa Timur menjadi yang paling parah dengan 36 nakes meninggal dunia. Kemudian DKI Jakarta 26 dokter dan Sumatera Utara 24 dokter.

Menurut Adib, dalam situasi pandemi seperti ini petugas medis adalah pahlawan yang sebenarnya. Sebab mereka tetap berjuang dengan sekuat tenaga meski bukan tidak mungkin merasa takut.

"Mereka muncul setiap hari untuk melawan virus Corona, bahkan sering kali dengan membahayakan kesehatan mereka dan keluarga mereka. Bahkan tidak sedikit yang kehilangan nyawa karenanya," kata Adib, dilansir dari MedCom, Rabu (11/11).

Oleh karenanya, Adib sangat berharap masyarakat bisa memaknai ini dengan lebih memerhatikan protokol kesehatan. Memperhatikan protokol kesehatan dengan benar merupakan wujud dukungan moral dan mental yang bisa dilakukan demi membantu petugas kesehatan melalui krisis yang ada.

"Dan kami juga berharap, pemerintah turut mengapresiasi pengorbanan setiap tenaga medis dan kesehatan yang terlibat dalam penanganan COVID-19 ini dengan memberikan jaminan kesehatan dan kesejahteraan dari negara," pungkas Adib. "Baik pada tenaga medis dan kesehatan yang masih menjalankan tugasnya, maupun yang sedang dirawat, dan juga yang sudah wafat."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait