Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mendorong Satgas COVID-19 DKI Jakarta mengantisipasi munculnya klaster baru penularan virus Corona dari kerumunan penjemput Habib Rizieq.
- Nidya Putri
- Rabu, 11 November 2020 - 10:33 WIB
WowKeren - Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mendapat sambutan meriah dari massanya. Acara sambutan di Bandara Soekarno-Hatta itu menarik banyak kerumunan orang.
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mendorong Satgas COVID-19 DKI Jakarta mengantisipasi munculnya klaster baru penularan virus Corona dari kerumunan itu. "Kami mendorong Satgas serta fasilitas kesehatan di area setempat untuk melakukan screening untuk mengantisipasi klaster baru," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, dilansir Detikcom, Rabu (11/11).
Screening atau penapisan dilakukan dengan pengetesan terhadap orang-orang yang berisiko memunculkan klaster penularan COVID-19. Jika orang dari kerumunan itu memenuhi kriteria suspek COVID-19, orang tersebut akan dirujuk ke salah satu rumah sakit rujukan untuk ditangani secara medis. Bila tidak memenuhi kriteria suspek COVID-19, orang itu akan dirawat inap atau rawat jalan, tergantung diagnosis.
"Jika merasa membutuhkan bantuan, maka kami sangat terbuka untuk menolong, karena hal ini untuk keamanan dan kesehatan nasional pula," ujar Wiku. Pada rangkaian kegiatan penjemputan Rizieq kemarin, ada selawatan bareng di rumah Rizieq, yakni di Petamburan, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan itu, orang-orang terlihat tidak menjaga jarak dan tidak mengenakan masker, termasuk Rizieq sendiri. Kondisi tersebut berpotensi menularkan virus Corona.
"Aktivitas seperti batuk, bersin, serta berbicara mampu menghasilkan droplet dan hal ini dapat meningkatkan risiko penularan," terang Wiku. Rizieq juga tampak membaca ayat-ayat suci bersama massa pendukungnya.
Wajah Rizieq terlihat semringah dapat berkumpul dengan keluarga dan massa pendukung di Petamburan. PA 212, kelompok pendukung Rizieq, meyakini doa-doa yang dipanjatkan oleh umat pada hari kepulangan Rizieq ke Tanah Air ini akan menurunkan angka virus Corona.
Sebelumnya, ahli epidemiologi Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, juga turut menyoroti acara penyambutan Habib Rizieq tersebut. Menurutnya, kerumunan massa tersebut sangat berpotensi menjadi media penularan kasus corona.
Hal ini bertolak belakang dengan kondisi ibu kota yang saat ini tengah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. "PSBB tidak mampu mengatasi kerumunan orang di Petamburan, dan berpotensi tidak terkendalinya kasus (COVID-19)," kata Dicky dilansir CNN Indonesia.
(wk/nidy)