Soroti Ketidaksetaraan Gender, Pemerintah Mau Bangun Desa Ramah Perempuan
Nasional

Menurut Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, kaum perempuan memainkan peranan yang penting dalam membangun bangsa sehingga perlu mendapat perhatian khusus.

WowKeren - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyebut ketidaksetaraan gender masih banyak terjadi. Sebagai solusi atas hal ini, pemerintah membangun Desa Ramah Perempuan.

"Oleh karena itu, Desa Ramah Perempuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) Desa harus diwujudkan," ujar Abdul Halim dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (11/11).

SDGs sendiri merupakan upaya pembangunan desa yang dilakukan secara menyeluruh. Program ini bertujuan pada seluruh aspek pembangunan yang harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menetapkan SDGs Desa sebagai arah pembangunan desa hingga 2030. Yang mana, salah satu segmennya adalah Desa Ramah Perempuan.


Menurut pria yang akrab disapa Gus Menteri tersebut, kaum perempuan memainkan peranan yang penting dalam membangun bangsa. "Ini jadi perhatian karena perempuan termasuk menentukan arah pembangunan bangsa," ujarnya.

Sehingga perlu lebih banyak kebijakan-kebijakan yang lebih memihak kepada perempuan. Kebijakan yang ada diharapkan mampu mendorong meningkatnya partisipasi kaum perempuan.

"Arah kebijakan ini untuk meningkatkan partisipasi perempuan," kata dia lagi seperti dilansir Kompas. "Melindungi perempuan dan meningkatkan akses dalam ranah publik."

Lebih jauh, ia menyoroti persoalan terkait kesetaraan gender. Misalnya rendahnya proporsi perempuan dibanding laki-laki dalam penggunaan ponsel. "Ini artinya, jaringan komunikasi dan peluang memperoleh pengetahuan secara mandiri bagi perempuan lebih rendah daripada laki-laki," ujar Gus Menteri.

Begitu juga untuk jabatan publik tertentu. Misalnya posisi manajer yang lebih banyak diisi oleh kaum lelaki. "Memang ada peningkatan posisi pekerjaan kelas menengah bagi perempuan. Namun proporsinya masih jauh lebih rendah daripada laki-laki," imbuhnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait