Puluhan warga di Jorong Sungai Padi Utara, Nagari Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, kedapatan memakamkan NP (54) pasien COVID-19 tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).
- Nidya Putri
- Kamis, 12 November 2020 - 11:23 WIB
WowKeren - Puluhan warga di Jorong Sungai Padi Utara, Nagari Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, memakamkan NP (54) yang merupakan pasien COVID-19 tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD). Aksi nekat tersebut dilakukan pada Rabu (11/11) kemarin.
Aksi nekat warga ini dikarenakan tak ada petugas Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang menguburkan jenazah perempuan tersebut. Adik NP, Irni mengatakan kakaknya meninggal dunia di RSUD M. Natsir Kota Solok sekitar 8.30 WIB.
Sebelum jenazah diberangkatkan ke Solok Selatan, petugas RSUD M. Natsir mengaku sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Solok Selatan. "Menurut petugas RSUD, sudah ada petugas penyelenggara (pemakaman) jenazah yang menunggu di pemakaman. Ternyata tidak ada satu pun petugas penyelenggara jenazah di pemakaman," kata Irni.
Irni mengatakan awalnya pemakaman jenazah disepakati dilakukan oleh petugas medis. Petugas medis juga membolehkan keluarga menyaksikan pemakaman kakaknya, tetapi dengan memakai APD.
Menurutnya, dua petugas medis lantas datang dengan pakaian biasa membawa empat APD untuk keluarga jenazah. Namun, petugas medis tak ikut memakamkan jenazah dan menyerahkannya kepada keluarga.
Salah seorang warga yang turut ikut mengangkat peti bersama warga lainnya, Am (28) mengatakan lokasi pemakaman yang curam membuat pihak keluarga tak kuat membawa peti tersebut sehingga membutuhkan bantuan warga sekitar.
"Akhirnya, puluhan warga berinisiatif membantu keluarga membawa dan menguburkan peti," ungkapnya. "Sebelumnya, petugas melarang warga mendekat peti, tapi kemudian mengatakan peti itu sudah steril setelah warga mengerubungi peti."
Warga lainnya, Aidil (48) menilai Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Solok Selatan tak bertanggung jawab terhadap pemakaman jenazah pasien positif COVID-19. Menurutnya, petugas hanya datang ke pemakaman untuk menyerahkan empat APD kepada keluarga tanpa membantu pemakaman.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Solok Selatan, Novirman, mengatakan ada petugas medis, anggota BPBD, dan anggota Satpol PP di pemakaman tersebut. Hal ini dikarenakan keluarga ingin menguburkan jenazah, petugas memberikan APD.
Sementara petugas hanya menyaksikan. "Tapi tetap dipantau dan diawasi oleh petugas sampai selesai sekitar jam 17.00. Petugas sudah menunjukkan cara penguburan kepada keluarga, seperti memakai APD, memakai tali. Enam petugas Dinas Kesehatan memandu penguburan," terang kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan tersebut.
Terkait warga yang yang menggotong peti tanpa APD, Novirman mengatakan pihaknya tidak akan menelusuri siapa saja yang terlibat penguburan itu. Menurutnya, jenazah pasien tidak akan menularkan virus corona karena sudah dipulasarakan di RSUD M. Natsir.
"Jenazah sudah dikafani, dibalut dengan plastik, dan dikasih kantong mayat. Peti mati pun sudah disemprot dengan cairan disinfektan," tuturnya. "Jenazah tidak akan menularkan Covid-19 karena sudah diselenggarakan dengan protokol kesehatan."
(wk/nidy)