Menurut ekonom INDEF, BUMN bisa membuka peluang untuk membuka kemitraan dengan pihak lain. Sehingga hal ini akan mampu meningkatkan akses pasar bagi sektor industri.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 12 November 2020 - 16:35 WIB
WowKeren - Ekonom INDEF Enny Sri Hartati menilai pemerintah perlu membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang berfokus pada masalah perunggasan . Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing dalam bidang industri.
Menurutnya, peran dari perusahaan pelat merah dalam untuk turut serta dalam menyehatkan tata niaga sektor perunggasan masih kurang. Hal itu disampaikan olehnya dalam sebuah diskusi virtual yang diselengagrakan INDEF pada Rabu (11/11).
"Saya sering ditanya di mana peran BUMN di sektor perunggasan?" kata Enny. "Jadi kontirbusinya apa? Menurut saya di internal pemerintah ini perlu."
Menurutnya, BUMN bisa membuka peluang untuk membuka kemitraan dengan pihak-pihak lain. Sehingga menurutnya hal ini akan mampu meningkatkan akses pasar bagi sektor industri. Yang mana, bukan tidak mungkin nantinya hal ini akan bisa mengurangi dominasi integrator swasta.
Lebih jauh, ia juga mengusulkan agar pemerintah membentuk portal data riil untuk menangani industri perunggasan. Data ini bisa saja meliputi jumlah produksi unggas, berapa besar stok yang tersedia, hingga berapa banyak kebutuhan konsumsi masyarakat akan unggas. "Ini supaya bisa memberikan data yang real time dan akurat," imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah. Menurut Nasrullah, saat ini memang perlu adanya pembenahan dalam bidang tata niaga perunggasan nasional. Lalu, langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan menjalin kemitraan. "Kami berpikir sudah tidak ada lagi istilahnya peternak mandiri, saatnya kita semua bermitra," ujarnya.
Ia mengatakan tidak perlu khawatir dengan isu negatif terkait kemitraan ini. "Tidak perlu khawatir bahwa pola kemitraan yang selama ini diisukan bahwa plasmanya akan rugi terus, sekarang peraturan pemerintah soal pola kemitraan sudah ada yang saling menguntungkan dan berpedoman pada aturan permitraan di perunggasan," tambahnya.
Melalui kemitraan ini maka semua akan terhubung dalam satu mata rantai yang sama. Sehingga hal ini akan meningkatkan daya saing baik peternak maupun distributor.
(wk/zodi)