Dinkes Kabupaten Sragen melaporkan adanya klaster resepsi pernikahan dimana seorang pengantin perempuan dan kedua orang tuanya meninggal dunia karena terinfeksi virus corona (COVID-19).
- Nidya Putri
- Sabtu, 14 November 2020 - 11:29 WIB
WowKeren - Resepsi pernikahan seharusnya menjadi momen yang membahagiakan bagi semua orang. Namun tidak jika di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini.
Pasalnya, pengantin perempuan dan kedua orang tuanya di desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, justru meninggal dunia karena terinfeksi virus corona. Temuan itu membuat kasus ini dikategorikan sebagai klaster baru oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen usai mengadakan acara resepsi pernikahan pada 24 Oktober lalu.
"Klaster baru di Sragen untuk acara pernikahan ini karena tiga orang dalam satu keluarga meninggal, dan setelah ditelusuri sebanyak 113 orang jadi kontak erat dan sudah diperiksa," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Hargiyanto dilansir CNNIndonesia, Sabtu (14/11).
Hargiyanto bilang, ratusan warga yang kontak erat itu melakukan pemeriksaan swab secara bertahap, yang pertama pada Senin (9/11) lalu dilakukan terhadap 51 orang, dan dilanjutkan Selasa (10/11) kepada 62 orang. Kendati demikian, hingga saat ini Hargiyanto mengaku belum mendapatkan hasil pemeriksaan dari 113 kontak erat itu. "Hasil masih menunggu belum keluar biasanya 2-3 hari keluar, ini masih ditanyakan ke RSUD dr Moewardi ya," ungkapnya.
Temuan kasus ini berawal ketika pengantin perempuan L (28) pulang dari DKI Jakarta pada Kamis (22/10) atau dua hari sebelum resepsi pernikahannya yang digelar di kediaman L secara sederhana. Setelah acara itu L dan suaminya berangkat ke Wonogiri untuk acara ngunduh mantu pada Senin (26/10). Namun di tengah perjalanan, L mengeluh sakit lantas dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo, dan ia dinyatakan positif COVID-19.
L kemudian menjalani isolasi dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (5/11) lalu. Sehari setelah L meninggal, ibunya yakni S (57) dibawa ke RSUD Surakarta dan ia dinyatakan COVID-19 dan kemudian meninggal dunia pada Jumat (6/11).
Lalu sang ayah S (60) beberapa hari kemudian mengeluhkan kondisi kesehatannya, sehingga segera dilarikan ke rumah sakit. Kemudian setelah diperiksa, hasil pemeriksaan itu juga menunjukkan sang ayah positif COVID-19.
S akhirnya menyusul istri dan anak perempuannya, ia meninggal dunia pada Senin (9/11). "Ayahnya ada keluhan sakit, terus dibawa ke RSUD dr Soeratno," jelas Hargiyanto.
Sementara itu, Indonesia kembali "memecahkan rekor" lonjakan kasus COVID-19 tertinggi dalam sehari. Pada Jumat (13/11) kemarin, covid19.go.id, Indonesia mencatat 5.444 kasus virus corona baru dalam tempo waktu 24 jam.
Dengan pertambahan angka tersebut, maka total kasus COVID-19 di Tanah Air saat ini mencapai 457.735 orang. Dengan angka kematian berjumlah 15.037 atau 3,3 persen dari keseluruhan kasus. Sedangkan yang sembuh total 385.094 orang atau 84,1 persen dari keseluruhan kasus.
(wk/nidy)