Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Doni Monardo menilai bahwa sosialisasi pemerintah tentang liburan aman di rumah pada periode Oktober lalu telah berhasil dilakukan.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 14 November 2020 - 22:18 WIB
WowKeren - Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Doni Monardo mengungkapkan tingkat keterisian rumah sakit darurat Wisma Atlet mengalami kenaikan. Bahkan jumlah tempat tidur untuk pasien virus corona (COVID-19) di Wisma Atlet selama kurang dari sepuluh hari terakhir telah terisi setengahnya.
"Betul ada peningkatan pasien di rumah sakit Wisma Atlet terutama di tower 6 dan 7 serta 4 dan 5," ungkap Doni dalam webinar BNPB Indonesia, Sabtu (14/11). "Kita lihat angka untuk tempat tidur isolasi di tower 6 dan 7 pada 5 November berada pasa posisi (terpakai) 32,68 persen. Kemudian hari ini menjadi 50,76 persen."
Hal ini menunjukkan adanya lonjakan jumlah pasien COVID-19 pasca libur panjang akhir Oktober 2020 lalu. Namun demikian, lonjakan kali ini tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan periode September pasca libur panjang Agustus lalu.
"Apabila dibandingkan dengan periode pada September yang lalu, angka penambahan ini relatif masih bisa terkendali," terang Doni. "Artinya, masih di bawah libur panjang pada periode yang lalu. Namun tentunya kita harus lebih antisipatif."
Sebagai informasi, Satgas COVID-19 mencatat Tower 6 dan 7 Wisma Atlet sempat terisi hampir 90 persen. Satgas bahkan menyarankan agar Tower 8, yang semula digunakan untuk menampung pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru kembali, dibuka bagi pasien rujukan.
Oleh sebab itu, penambahan jumlah pasien COVID-19 pasca libur panjang kali ini dianggap tidak drastis. "Kita lihat bahwa sekarang ini penambahannya tidak sedrastis pada bulan September yang lalu," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut.
Lebih lanjut, Doni menilai bahwa sosialisasi pemerintah tentang liburan aman di rumah pada periode Oktober lalu telah berhasil dilakukan. Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19.
"Apabila sampai dengan 1-2 minggu ke depan angka kasusnya tidak setinggi pada periode September yang lalu, sangat mungkin pada bulan Desember akan datang kita akan memberikan saran kepada pimpinan tertinggi, presiden, untuk tetap memberikan liburan kepada masyarakat," pungkas Doni. "Dengan catatan yaitu tetap patuh kepada protokol kesehatan. Hanya itu yang bisa membuat kita dapat mengendalikan."
(wk/Bert)