Jokowi Ungkap Ekonomi Digital RI Diperkirakan Capai Rp 1,8 Kuadriliun Pada 2025
Twitter/KemensetnegRI
Nasional

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam forum diskusi yang membahas teknologi dan masa depan pekerjaan di Asia Tenggara yang merupakan bagian dari ASEAN Business and Investment Summit 2020.

WowKeren - Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk tetap percaya bahwa masih ada peluang di tengah kesulitan masa pandemi virus corona (COVID-19). Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam forum diskusi yang membahas teknologi dan masa depan pekerjaan di Asia Tenggara yang merupakan bagian dari ASEAN Business and Investment Summit 2020.

"Kita harus tetap optimistis. Walaupun banyak masalah tetapi ada kesempatan besar," ujar Jokowi dilansir situs resmi Kementerian Sekretariat Negara pada Sabtu (14/11). "Di tengah pandemi ini justru kita melihat percepatan perkembangan digitalisasi."

Menurut Jokowi, potensi digital di kawasan ASEAN maupun Indonesia sangat besar. Ekonomi digital ASEAN diproyeksikan mencapai USD 200 miliar (2,8 kuadriliun) pada tahun 2025 mendatang, sedangkan ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD 133 miliar (Rp 1,8 kuadriliun) per tahun 2025.

"Namun, tantangan transformasi digital masih sangat banyak," tutur Jokowi. "Pertama, banyak jenis usaha dan pekerjaan lama yang tutup. Sekitar 56 persen pekerjaan di lima negara ASEAN terancam hilang akibat otomatisasi."


Ketersediaan internet sebagai infrastruktur utama ekonomi digital yang dinilai masih belum merata di seluruh ASEAN juga menjadi tantangan. Menurut Jokowi, hanya ada 3 negara ASEAN yang memiliki tingkat penetrasi internet di atas 80 persen.

"Menghadapi tantangan di atas kita harus melakukan berbagai terobosan. Business as usual bukanlah pilihan. Kita harus mempercepat transformasi digital," terang mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Apalagi saat ini kegiatan ekonomi digital ASEAN masih kecil, hanya sebesar 7 persen dari total PDB ASEAN."

Oleh sebab itu, Jokowi menilai negara-negara ASEAN harus memperhatikan aspek access, affordability, dan ability demi memastikan revolusi digital berjalan secara inklusif. Kemudian negara-negara ASEAN juga harus bergerak agar dapat menjadi pemain besar dalam ekonomi berbasis digital sekaligus menjadikan ekonomi digital sebagai kekuatan utama mereka. Bukan hanya menjadi sekadar pasar digital, ASEAN dinilai harus tumbuh menjadi kekuatan besar yang mampu membantu UMKM masuk ke dalam rantai pasok global.

Lebih lanjut, Jokowi yakin bahwa percepatan transformasi digital UMKM akan mendorong bangkitnya roda perekonomian kawasan. Pemerintah masing-masing negara ASEAN disebutnya juga harus memiliki andil yang lebih besar dalam mendorong transformasi digital.

"Indonesia sendiri memiliki ekosistem digital yang menjanjikan. Indonesia mempunyai startup sebanyak 2.193 tahun 2019, kelima terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki 1 decacorn dan 4 unicorn," jelas Jokowi. "Sejak tahun 2018 Indonesia mengembangkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Kami membangun industri manufaktur dan pengembangan pusat-pusat inovasi. Kami memberikan insentif fiskal berupa super tax deduction bagi industri yang berinvestasi di research dan development."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait