Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai bahwa Anies akan mendapatkan keuntungan dan kerugian jika FPI memberikan dukungan padanya.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 19 November 2020 - 11:49 WIB
WowKeren - Front Pembela Islam (FPI) sempat mengunggah tagar #Anies4Presiden2024 di akun media sosial mereka. Tagar tersebut ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, lantas menilai bahwa dukungan yang ditunjukkan oleh FPI ini menimbulkan keuntungan dan kerugian bagi Anies. "Untung rugi bagi Anies," tutur Adi dilansir detikcom pada Kamis (19/11).
Adi menjelaskan bahwa Anies diuntungkan karena saat ini FPI telah menjadi komoditas politik. Dengan ramainya perbincangan publik soal FPI, maka popularitas Anies bisa ikut meningkat. "Untung karena FPI kadung (terlanjur) menjadi komoditas politik yang sepak terjangnya kerap jadi perbincangan utama publik," ujar Adi.
Sedangkan untuk kerugiannya, tutur Adi, Anies dinilai akan sulit mendapat dukungan dari pihak lain. Pasalnya, FPI dinilai akan membuat Anies menjadi tokoh yang cocok dengan kelompok mereka saja, sehingga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut akan kesulitan mendapat dukungan dari luar kelompok eksponen FPI.
Selain itu, Adi juga menyatakan bahwa FPI memiliki basis dukungan yang besar di Jakarta. Namun demikian, FPI dinilai tidak memiliki dukungan yang kuat di wilayah lain.
"Rugi karena Anies pasti dilokalisir bagian dari FPI yang secara psikologi politik akan menghambat pihak di luar FPI tak mau merapat ke Anies," jelasnya. "Dan FPI hanya besar di Jakarta, sebagian Jabar dan Banten. Sementara di wilayah lain FPI belum sekuat NU, Muhammadiyah dan lainnya."
Menurut Adi, dukungan terhadap Anies sudah mulai terlihat meski waktu Pemilihan Presiden (Pilpres) masih akan digelar pada tahun 2024 mendatang. Adi menilai hal ini akan membuat basis dukungan terhadap Anies bisa terdeteksi. "Jadinya sangat mudah mendeteksi basis pendukung Anies," pungkas Adi.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Umum sekaligus kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, telah menyatakan bahwa cuitan akun Twitter FPI yang mengandung tagar #Anies4Presiden2024 tersebut bukanlah bentuk dukungan resmi untuk Anies maju Pilpres 2024. "Kalau misalnya dukungan itu, hashtag itu kan belum resmi, tapi kalau keinginan, boleh dong. Ada orang diperlakukan tidak adil, sikapnya baik, ya kita dukung jadi presiden, sah-sah saja. Itu bagian dari dinamika media sosial namanya," jelas Aziz dilansir detikcom, Rabu (18/11).
(wk/Bert)