Harga Vaksin Merah Putih Diperkirakan Tak Sampai Rp 71 Ribu per Dosis
pexels
Nasional

Menristek Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa yang akan menjadi faktor penentu harga Vaksin Merah Putih adalah biaya produksi yang dikeluarkan oleh Bio Farma sebagai pembuat vaksin tersebut.

WowKeren - Harga vaksin virus corona (COVID-19) buatan dalam negeri atau Vaksin Merah Putih disebut akan lebih murah dibanding vaksin lain yang diimpor dari luar negeri. Pasalnya, biaya riset dan pengembangan Vaksin Merah Putih telah ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, harga Vaksin Merah Putih kemungkinan tidak sampai USD 5 alias Rp 71 ribu per dosis. "Kisaran harga sekarang masih susah lah karena masih jauh kita dari produk akhir. Tapi kalau kita pakai patokan USD 5 ya harusnya di bawah USD 5 per dosis," terang Bambang dilansir detikcom pada Jumat (20/11).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa yang akan menjadi faktor penentu harga Vaksin Merah Putih adalah biaya produksi yang dikeluarkan oleh Bio Farma sebagai pembuat vaksin tersebut. Selain biaya produksi, margin untuk Bio Farma mungkin juga akan mempengaruhi harga Vaksin Merah Putih.


"Jadi nanti yang jadi faktor harga itu hanya biaya produksi di Bio Farma, baik untuk membuat di dalam botolnya, ditambah mungkin distribusi. Distribusi sudah ditanggung Kemenkes melalui APBN juga, jadi praktis hanya biaya produksi di Bio Farma plus mungkin margin untuk Bio Farma ya," papar Bambang. "Jadi logikanya lebih murah dari yang luar karena yang luar itu kan sudah memasukkan unsur mereka melakukan riset, uji klinis, yang mereka biaya sendiri."

Di sisi lain, Vaksin Merah Putih sendiri disebut akan mulai diproduksi pada Desember 2021 mendatang. Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek/BRIN, Ali Ghufron Mukti, menyatakan bahwa persiapan vaksin buatan LBM Eijkman tersebut memerlukan proses panjang agar keamanan dan efektivitasnya bisa teruji.

"Vaksin ini kan tidak mudah, prosesnya panjang untuk keamanan dan keefektifan perlu diperhatikan, untuk vaksin merah putih ini kami harap sudah bisa diproduksi pada Desember 2021," kata Ali dalam 'Dialog Produktif: Vaksin dan Kesehatan Pembangunan Indonesia' di YouTube Kemenkominfo, Rabu (18/11).

Hingga kini, proses pengembangan Vaksin Merah Putih masih dalam tahap pembuatan di laboratorium. Izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) Vaksin Merah Putih sendiri diperkirakan BPOM keluar pada akhir 2021.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait