Muncul Usul Agar Bertemu Habib Rizieq, Wapres Ma'ruf Amin Beri Respons Begini
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Wapres Ma'ruf Amin diusulkan untuk bertemu dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab yang saat ini sudah kembali ke Tanah Air. Lantas bagaimana respons sang RI 2 atas usul tersebut?

WowKeren - Semenjak kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab pada Selasa (10/11) lalu, berbagai rencana rekonsiliasi langsung bergema. Salah satu yang disarankan untuk bertemu dengan Habib Rizieq adalah Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Lantas bagaimana tanggapan sang Wapres soal saran tersebut? Rupanya disampaikan sang juru bicara, Ma'ruf menyambut saran tersebut dengan terbuka.

"Jadi, Wapres, saya kira, terhadap gagasan pertemuan, ya Wapres tidak masalah ketemu Habib Rizieq," ujar Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, Jumat (20/11). "Wapres welcome ya, tidak masalah."

Jika pertemuan itu terjadi, maka menurut dia konteksnya adalah demi kebaikan bangsa dan negara. Apalagi Ma'ruf Amin dan Habib Rizieq sama-sama dikenal sebagai ulama.


"Artinya itu sesuatu yang bisa dilakukan asal membawa kebaikan bagi bangsa dan negara. Jadi tidak lain, tidak bukan konteksnya adalah supaya jadi kebaikan bagi bangsa dan negara," terang Masduki, dikutip dari Viva.

Hanya saja Ma'ruf memang tak menutup mata pada berbagai persepsi politik yang bisa berkembang di tengah masyarakat jika sampai ia bertemu dengan Habib Rizieq. "(Namun) sekali lagi, sepanjang itu membawa kebaikan bagi bangsa dan negara, Wapres sebagai ulama dan orang nomor 2 di negeri ini pasti akan melakukan," tegas Masduki.

Pada kesempatan yang sama, Ma'ruf yang diwakili Masduki turut dimintai pendapat perihal pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi seusai kembalinya sang Imam Besar FPI ke Tanah Air. Namun Masduki menegaskan, pelanggaran apapun, termasuk melanggar protokol kesehatan, tetap harus disanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Namun itu merupakan hal lain yang di luar koridor pihak Wapres dalam menjawab.

"Kalau ada pelanggaran-pelanggaran terkait COVID-19, kita harus menegakkan protokol COVID. Karena ketaatan kita adalah kunci agar kita bisa bangkit dan keluar dari krisis," pungkas Masduki. "Kalau tidak bisa keluar dari krisis kesehatan, kita tidak bisa keluar dari krisis ekonomi."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts