Dinyatakan Positif Corona, Ketum PBNU Nilai COVID-19 Bukan Aib
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil meminta sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, untuk menyampaikan informasi terkait statusnya sebagai pasien positif COVID-19.

WowKeren - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Sekretaris pribadi Said Aqil, M Sofwan Erce, menyampaikan berita konfirmasi positif tersebut berdasarkan arahan dari Said Aqil sendiri.

"Atas arahan beliau kami disuruh menyampaikan kabar ini dengan harapan dan memohon doa dari bapak ibu sekalian, warga NU, khususnya poro masyayikh," tutur Sofwan dalam video yang diunggah ke kanal YouTube milik Said Aqil, Minggu (29/11). "Mohon doa untuk kesembuhan dan kekuatan beliau menjalani masa-masa penyembuhan ini."

Menurut Sofwan, Said Aqil memintanya untuk menyampaikan kejujuran soal status sang Ketum PBNU sebagai pasien COVID-19. Pasalnya, COVID-19 dinilai bukan merupakan aib yang harus ditutupi.

"Sebagaimana sering beliau sampaikan, bahwasanya COVID-19 ini bukanlah aib," jelas Sofwan. "COVID-19 ini bukanlah hal yang buruk dan bisa menimpa siapa saja, dari latar belakang apa saja."


Said Aqil pun menitipkan pesan agar semua pihak tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Yakni dengan disiplin mematuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Selain itu, Sofwan juga mengungkapkan bahwa Said Aqil kini dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta. Namun kondisi Said Aqil baik.

"Sekali lagi, kami mohon ketulusan dan doa dari Bapak Ibu sekalian untuk kesembuhan beliau," pungkas Sofwan. "Semoga apa yang telah bapak-ibu berikan semua dapat dibalas dengan ganjaran yang baik oleh Allah SWT."

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga baru saja dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Berdasarkan contact tracing Dinas Kesehatan DKI, Riza tertular staf pribadinya. Adapun staf tersebut diduga tertular dari lingkungan keluarga.

"Jadi, temuan positif COVID-19 ini adalah dari lingkungan pekerjaan, di mana ada staf saya yang tertular dari klaster keluarganya," tutur Riza pada Minggu (29/11). "Ini tentu menjadi perhatian kita semua untuk lebih menjaga kedisiplinan protokol kesehatan hingga di dalam keluarga sekalipun."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts