Jokowi Sampaikan Corona Memburuk, Pakar Gestur Nilai Ada Beban Kesedihan Campur Aduk
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dalam video Rapat Terbatas yang diunggah ke kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi melaporkan angka kasus aktif naik dan angka kesembuhan COVID-19 justru menurun pekan ini.

WowKeren - Presiden Joko Widodo menyampaikan kondisi terbaru situasi pandemi virus corona (COVID-19). Dalam rapat terbatas (Ratas) yang diunggah ke kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (30/11) hari ini, Jokowi menyebutkan bahwa kasus aktif dan tingkat kesembuhan COVID-19 memburuk.

Pakar gestur, Handoko Gani, lantas menganalisis adanya emosi kekesalan dan kesedihan di ucapan Jokowi. Handoko menyoroti mimik wajah Jokowi yang tampak menghela napas di awal video. "Yang saya catat justru helaan nafas. Sejak pertama di menit 00:01," tutur Handoko dilansir detikcom.

Kemudian, Handoko menyoroti wajah Jokowi kala membahas dua provinsi yang mengalami lonjakan kasus belakangan ini, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah. "Saat mengucapkan kata 'Jawa Tengah', terdapat gerakan AU 53C (kepala diangkat) dan AU 62D (mata ke kiri), namun dan jeda, kelihatan seperti tercenung," jelas Handoko.

Berdasarkan pengamatan tersebut, Handoko berhipotesis soal kekesalan Jokowi. Handoko menilai Jokowi merasakan beban kesedihan yang campur aduk.


"Presiden menunjukkan kekesalan dan beban kesedihan campur aduk pada penanganan COVID-19, termasuk soal vaksinasi dan mulainya vaksinasi yang keliatannya tidak disampaikan di laporan tersebut. Jawa Tengah menjadi perhatian yang beliau tidak ekspektasi. Ini harus menjadi catatan Ganjar Pranowo dan jajarannya," paparnya. "Yang diminta secara spesifik adalah Mendagri. Mendagri perlu memperhatikan dua area tersebut, dengan memegang data angka real. Dan kata 'memburuk, memburuk semuanya' kiranya menjadi perhatian Mendagri."

Sementara itu, Jokowi melaporkan data terbaru per 29 November dalam video tersebut. Menurutnya, angka kasus aktif naik dari 12,78 persen menjadi 13,41 persen pekan ini. Kemudian angka kesembuhan justru menurun dari 84,03 persen menjadi 83,44 persen pekan ini.

Sang Presiden lantas menginstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengingatkan kepala daerah terkait penanganan corona dan pemulihan ekonomi. Jokowi meminta kepada daerah untuk memegang kendali atas situasi COVID-19 di wilayah mereka masing-masing.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts