Jokowi Akui Kasus Corona Memburuk, PKB Sentil Soal Pilkada Serentak 2020
Instagram/jokowi
Nasional
Pilkada 2020

Presiden Jokowi menyatakan jika kasus virus corona di Indonesia semakin memburuk. Pernyataan itu turut ditanggapi oleh PKB yang menyentil soal Pilkada Serentak 2020.

WowKeren - Presiden Joko Widodo menyatakan jika kasus virus corona di Indonesia semakin memburuk. Hal ini diungkapkannya saat membahas mengenai perkembangan penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air pada Senin (30/11).

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun mengomentari pernyataan Jokowi mengenai situasi pandemi di Indonesia. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menilai hal itu menjadi peringatan bahaya penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar dalam waktu dekat.

”Menjadi juga warning bagi pelaksanaan pesta demokrasi yang tinggal 10 hari lagi, utamanya bagi provinsi dan kab/kota yang akan melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2020,” kata Jazilul seperti dilansir dari Detik, Senin (30/11). “Padahal ada sebagian yang zona merah.”

Lebih lanjut Jazilul menegaskan situasi pandemi yang semakin memburuk akan menjadi kendala bagi warga yang ingin menggunakan hak pilihnya di Pilkada. Pasalnya, keselamatan mereka dapat terancam jika pemerintah tetap menggelar Pilkada Serentak di tengah lonjakan kasus COVID-19.


Menurutnya, keselamatan masyarakat Tanah Air harus menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan pemerintah. “Keselamatan warga adalah hukum tertinggi,” tutur Jazilul.

Jazilul berpendapat memburuknya kasus aktif COVID-19 menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. Oleh sebab itu, peraturan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 harus diterapkan dengan disiplin.

”Itu tanggung jawab bersama dari pemerintah pusat sampai daerah serta peran serta kepatuhan dan kedisiplinan warga,” jelas Jazilul. “Hemat saya perlu langkah khusus atau extraordinary dalam penegakan prokes ketat agar warga tambah disiplin dan patuh. Sebab, warga juga semakin acuh dengan prokes.”

Sebelumnya, Jokowi menyebut ada dua provinsi yang mengalami kenaikan kasus virus corona secara drastis. Keduanya adalah DKI Jakarta dan Jawa Tengah, yang mengalami lonjakan kasus hanya dalam waktu 2-3 hari.

”Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati," ujar Jokowi dalam Ratas Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. “Meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia, tapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78, sekarang.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts