Mendiang Putri Diana Dianggap Ancam Posisi Charles Sebagai Raja Inggris Selanjutnya, Ini Sebabnya
Selebriti

Sosok Diana yang kembali 'dihidupkan' dalam serial 'The Crown' membuat publik kembali menaruh perhatian pada kehidupan pilu yang dijalani oleh sang Princess of Wales tersebut.

WowKeren - Kendati telah lama bercerai, namun sosok mendiang Putri Diana tampaknya memang masih terus melekat pada nama Pangeran Charles. Bahkan setelah lebih dari dua dekade kematian Diana, hingga kini Charles masih terus dikait-kaitkan dengan sang Princess of Wales.

Terlebih, sosok Diana kembali "dihidupkan" dalam serial "The Crown" besutan Netflix, yang membuat publik kembali menaruh perhatian pada kehidupan pilu yang dijalani oleh sang Princess of Wales itu selama menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Inggris.

Hal tersebut rupanya dianggap mampu mengancam posisi Pangeran Charles sebagai pengampu takhta Kerajaan Inggris selanjutnya. Kecintaan publik pada sosok Diana dan rusaknya citra Charles karena penggambaran karakternya di serial "The Crown" musim keempat pun membuat pihak Kerajaan Inggris menjadi resah.

Sebagaimana diketahui, serial "The Crown" musim ke-4 di Netflix memang sangat diantisipasi lantaran menampilkan sosok Putri Diana yang mulai menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Inggris. Selain itu, serial ini juga menampilkan fakta-fakta menarik tentang Putri Diana yang sebelumnya belum pernah diekspos oleh media.

Namun, serial "The Crown" musim keempat ini juga tak luput dari beragam kritikan. Serial ini dianggap terlalu mendramatisir hubungan antara Diana dan Pangeran Charles, soal bulimia yang dialami Diana, hingga perselingkuhan antara Charles dan Camilla.


Pihak Kerajaan Inggris khawatir adegan fiksi dalam serial itu akan menyakiti monarki, terutama Charles sebagai pewaris takhta. "Cukup menyeramkan cara penulis skenario Peter Morgan secara jelas menggunakan hiburan ringan untuk mendorong agenda republik yang sangat terbuka dan orang-orang tidak melihatnya," kata seorang sumber dekat keluarga Kerajaan.

"Mereka telah terpikat selama beberapa seri pertama sampai mereka tidak dapat melihat bagaimana mereka dimanipulasi. Ini adalah propaganda yang sangat canggih," lanjutnya.

Pihak Parlemen Inggris juga sempat melontarkan kritik pada "The Crown" karena penggambaran perceraian Diana dengan Pangeran Charles yang dianggap terlalu berlebihan dan dipublikasikan. "Itu adalah karya fiksi yang diproduksi dengan indah. Saya mengkhawatirkan generasi penonton yang tak hidup di masa tersebut akan salah mengira fiksi sebagai fakta" kata Menteri Budaya Inggris, Oliver Dowden.

Sebagai informasi tambahan, dalam "The Crown" season 3, cerita didasarkan pada kejadian dan kehidupan Kerajaan Inggris antara 1964 dan 1977, dimulai dengan pemilihan Perdana Menteri Harold Wilson dan berakhir dengan usia perak kekuasaan Ratu Elizabeth II. Kini pada season 4, "The Crown" mengambil setting waktu dua tahun setelahnya, yaitu dimulai pada 1979 dan digambarkan berakhir pada era 1990-an.

Dalam periode itu, kehidupan romansa Pangeran Charles berada di bawah pengawasan yang lebih ketat karena berkaitan dengan posisinya sebagai pewaris takhta Kerajaan. Kondisi tersebut membuat Charles pada Diana Spencer yang rupanya menarik perhatian dunia. Musim ini bukan hanya akan mengisahkan pertunangan dan pernikahan keduanya, namun juga dengan tur mereka di Australia pada 1983.

"The Crown" musim keempat sendiri telah berhasil menarik 70 juta penonton dari seluruh dunia.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts