Kemenkes Gaungkan 'Triple 90' Saat Peringati Hari AIDS Sedunia, Apa Itu?
Nasional
Hari AIDS Sedunia

Siti Nadia Tarmizi dari Kemenkes menegaskan target awal pengendalian HIV/AIDS di Indonesia adalah lewat program 'Triple 90' alias '90-90-90'. Begini penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Hari AIDS sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember yang pada tahun 2020 ini jatuh pada hari ini. Tentu saja termasuk di antaranya Indonesia yang masih "berperang" melawan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) itu.

Dan dalam peringatannya, Kementerian Kesehatan mengungkap tiga fokus indikator pengendalian HIV/AIDS yang ditargetkan bisa sirna dari Indonesia pada 2030 mendatang. Untuk bisa mencapai hal ini, Kemenkes pun menggaungkan target awal bertajuk "Triple 90" (90-90-90), apakah itu?

"Bahwa langkah awal kita adalah mencapai triple ninety (90-90-90)," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam siaran persnya, Senin (30/11). Dalam penjelasannya, "triple 90" ini berkaitan dengan kesadaran akan status HIV/AIDS yang diidap berikut ketersediaan akses mendapatkan anti-retroviral (ARV) alias obat yang menjadi "sahabat" orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

"Artinya 90 (persen) orang estimasi ODHA (orang dengan HIV/AIDS) yang ada di Indonesia mengetahui status HIV-nya. 90 persen orang yang mengetahui status HIV-nya dalam pengobatan ARV. Dan 90 persen orang yang dalam pengobatan ARV berhasil menekan jumlah virusnya," terang Siti Nadia, dikutip pada Selasa (1/12).


Untuk diketahui, Kemenkes menggagas sejumlah aktivitas lintas sektor untuk mengendalikan HIV/AIDS di Indonesia. Termasuk dilakukannya tes HIV secara serentak di berbagai provinsi dengan target tahun 2030 bebas penyakit AIDS.

Kemenkes juga meminta publik lebih waspada terhadap penularan HIV/AIDS. Di sisi lain, Kemenkes menyiapkan tiga indikator pengendalian infeksi HIV/AIDS yang menjadi fokus utama.

Ketiganya adalah menekan angka infeksi baru dari penularan HIV/AIDS, mencegah kematian akibat AIDS, dan tidak ada diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS di Tanah Air. Untuk indikator pertama akan diwujudkan lewat sosialisasi dan edukasi seputar perilaku seksual penyebab HIV/AIDS dengan pola hidup sehat.

Di sisi lain, Kemenkes menegaskan bahwa pengendalian HIV/AIDS adalah kepentingan lintas sektor. Sedangkan untuk menghapus stigma dan diskriminasi bagi ODHA, Kemenkes pun meluncurkan program bertajuk "Aku Bangga Aku Tahu".

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts