Mantan Pelayan Pribadi Beber Sikap Asli Charles pada Diana, Sebut Cerita 'The Crown' Hampir Akurat
Getty Images
Selebriti

Mantan pelayan pribadi Putri Diana selama masih hidup, Paul Burrell, turut mengomentari alur cerita serial 'The Crown' yang dikhawatirkan merusak citra Pangeran Charles.

WowKeren - Saat serial "The Crown" besutan Netflix dianggap fiksi, satu sumber yang dekat dengan keluarga Kerajaan justru memberi tahu bahwa beberapa peristiwa yang digambarkan, khususnya yang berkaitan dengan Putri Diana dan Pangeran Charles, cukup mendekati kenyataan.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan pelayan pribadi Putri Diana selama masih hidup, Paul Burrell. Dilansir dari Marie Claire pada Rabu (2/12), belum lama ini Burrell membahas bagaimana "The Crown" menggambarkan hubungan Pangeran Charles dan Putri Diana, serta bagaimana aktor Josh O'Connor benar-benar memerankan karakter Prince of Wales dengan sangat apik.

"Josh O'Connor memerankan Pangeran Charles sebagai orang yang agak tidak peduli dan dingin. Dan saya khawatir itulah yang saya lihat di balik pintu (kenyataan di dalam Istana)," papar Burrell. "Dia menikah dengan wanita yang mungkin paling cantik di dunia. Tapi dia tidak menjaganya, dan itulah yang muncul dalam 'The Crown'."

Burrell bekerja bersama Diana selama sepuluh tahun dan telah berkali-kali buka suara soal hubungan antara sang Princess of Wales dengan Pangeran Charles. Burrell mengatakan bahwa dia yakin jika keretakan rumah tangga pasangan Wales itu disebabkan popularitas Putri Diana yang tiba-tiba naik dan membuat Charles menjadi cemburu.


"Anda melihat seorang gadis muda tak dikenal bangkit (menjadi populer) sementara Charles tidak dan popularitasnya (Diana) menjadi lebih besar darinya (Charles)," kata Burrell. "Dan itulah masalahnya."

"Diana berkata kepada saya, 'Saya pikir ketika saya menikah bahwa suami saya akan ada untuk saya, untuk merawat saya, untuk mendukung saya, untuk mendorong saya, tetapi dia (Charles) tidak'," papar Burrell.

Di akhir keterangannya, Burrell juga menyinggung soal sejumlah pihak yang terus menyebut bahwa serial "The Crown" hanyalah fiksi dan terlalu didramatisir. "Orang yang melompat dan berkata, 'Yah, itu (The Crown) tidak faktual', yah, (serial) itu cukup dekat dengan kebenaran," terangnya.

Sebelumnya, pihak pemerintah Inggris memang meminte Netflix untuk memberikan label "fiksi" pada serial "The Crown" lantaran dikhawatirkan akan menggiring opini masyarakat. Terlebih, serial tersebut dinilai benar-benar menyudutkan karakter Pangeran Charles dan membuat citranya menjadi sangat buruk di mata publik.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts