Ternyata Ini Niat Asli Djoko Tjandra Bersedia Pulang Usai Jadi Buron 11 Tahun
Nasional

Rekam jejak pelariannya selama 11 tahun seolah 'tercoreng' ketika tim pimpinan Kabareskrim berhasil mengeksekusinya. Kini Djoko Tjandra pun mengungkap alasan ia bersedia dibawa pulang ke Indonesia.

WowKeren - Kisah pelarian Djoko Tjandra selama 11 tahun sempat menjadi bahasan panas di Indonesia pada pertengahan 2020 kemarin. Pasalnya Djoko yang "licin" kabur dari kejaran aparat hukum Indonesia akhirnya berhasil dieksekusi oleh tim pimpinan langsung Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.

Narasi TV pun berkesempatan mewawancarai secara eksklusif sang terdakwa yang kasus pelariannya turut menyeret sejumlah pejabat kepolisian tersebut. Djoko dengan tegas menyebut tidak bersalah dalam kasus hak tagih Bank Bali, begitu pula tak merasa mencoba melarikan diri karena berdasarkan putusan tahun 2001 dirinya merupakan warga yang bebas merdeka dan lepas dari segala tuntutan hukum.

"Ini tidak ada urusan korupsi. Uang saya tidak perlu," tegas Djoko dalam siaran yang dirilis pada Selasa (1/12) kemarin itu. "Uang (Rp 546 miliar yang disita negara) tetap ada di bank, tidak pernah saya sentuh."

"Uang boleh diambil, segala putusan boleh dilaksanakan, kecuali badan (dieksekusi). Saya tidak bersedia," imbuhnya, dilansir pada Rabu (2/12).


Tentu dengan rekam jejaknya yang berhasil melobi banyak pejabat negara dan kabur selama 11 tahun membuat publik bertanya-tanya, mengapa Djoko akhirnya berhasil diringkus pihak kepolisian? Dan dalam wawancaranya, Djoko blak-blakan mengungkap alasan ia berkenan dibawa ke Indonesia.

"Karena saya merasa ini kesempatan saya untuk memperjuangkan keadilan," jawabnya. Kendati demikian, Djoko tetap mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku meski nanti akhirnya ada peluang ia dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

"Ya hadapi saja. Kita akan hadapi. Sekarang kita di persidangan, hadapi apa yang akan terjadi," balasnya. Namun demikian tentu saja kasus hukum yang membelit Djoko kini jadi berlipat ganda. Bukan sebatas kasus hak tagih Bank Bali yang sudah bergulir panas sejak akhir 1990-an, tetapi juga pelariannya yang turut menyeret sejumlah jenderal polisi hingga jaksa Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts