Kasus Corona Meningkat, Okupansi Ruang Isolasi di Depok Capai 80 Persen
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kadinkes Kota Depok, Novarita, mengatakan jika jumlah ICU total yang dimiliki Kota Depok adalah sekitar 58 bed, yang mana 43 bed di antaranya sudah terisi.

WowKeren - Kasus COVID-19 yang terus mengalami penambahan menyebabkan tingkat okupansi tempat tidur untuk pasien corona di Depok kian penuh. Per Sabtu (28/11) pekan lalu, ruang isolasi khusus pasien COVID-19 mencapai 80,78 persen. Sedangkan untuk ruang ICU 74,14 persen.

Kadinkes Kota Depok, Novarita mengatakan jika jumlah ICU total yang dimiliki Depok adalah sekitar 58 bed, yang mana 43 bed di antaranya sudah terisi. Sedangkan total untuk ruang isolasi ada 640 unit.

"Dari sisi kesiapan pelayanan kesehatan, per 28 November 2020 Kota Depok memiliki kapasitas ICU COVID-19 dengan 58 bed dan telah terisi 43 bed atau 74,14 persen," kata Novarita melalui keterangan tertulis, Rabu (2/11). "Dan kapasitas isolasi COVID-19 memiliki total 640 TT (Tempat Tidur) dan telah terisi 517 TT atau 80,78 persen."

Terkait kasus positif COVID-19 sebagian besar pasien merupakan kalangan usia produktif. Jumlahnya mencapai 73,86 persen. Sedangkan untuk kasus orang meninggal lebih banyak berasal dari usia 50 tahun ke atas.


"Dari sejumlah tersebut, kasus konfirmasi yang meninggal didominasi pada kelompok usia lebih dari 50 tahun sekitar 76.49 persen," ujarnya lagi. "Sementara kasus konfirmasi positif pada usia kurang dari 17 tahun mencapai 17,39 persen."

Peningkatan kasus positif COVID-19 di Kota Depok telah dikonfirmasi oleh Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes, Erna Mulati. Menurutnya, peningkatan kasus diduga karena adanya pembukaan aktivitas sosial dan ekonomi.

Lalu ditambah dengan munculnya klaster-klaster tertentu terutama perkantoran dan keluarga. Selain itu, ia menilai jika warga bisa jadi sudah bosan untuk menerapkan prokes sehingga penularan kembali meningkat.

"Terjadinya peningkatan kasus dari klaster perkantoran dan tempat kerja, yang berdampak pada penularan di lingkungan keluarga dan komunitas," jelas Erna. "Serta kejenuhan warga dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam penggunaan masker dan jaga jarak."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts