Jangan Cemas! LIPI Pastikan Keamanan Vaksin COVID-19 Tetap Diawasi Sampai 10 Tahun Usai Diedarkan
Nasional
Vaksin COVID-19

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menegaskan bahwa keamanan dan kemanjuran vaksin akan tetap diawasi bahkan sampai sepuluh tahun setelah diedarkan ke masyarakat.

WowKeren - Perihal kepercayaan publik terhadap vaksinasi COVID-19 memang masih cukup fluktuatif. Hal ini tentu tak lepas dari vaksin yang dikembangkan dalam waktu relatif singkat dan dikhawatirkan "asal-asalan" karena terdesak pandemi yang tak kunjung usai.

Namun Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memastikan bahwa keamanan vaksin akan tetap dipantau bahkan sampai 10 tahun sejak vaksinasi. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, yang disebutnya sebagai komitmen untuk menjamin keamanan vaksin yang diedarkan di masyarakat.

"Kalaupun sudah ada vaksin diimplementasikan, harus dipantau untuk jangka lima hingga 10 tahun untuk melihat keamanannya," ujar Laksana di Jakarta, Jumat (4/12). Langkah ini, jelas Laksana, merupakan bagian dari post marketing surveillance alias pemantauan pasca pemasaran.

Tahapan surveilans ini sendiri merupakan bentuk komitmen untuk memantau keamanan vaksin. Dan proses ini pun tidak main-main pelaksanaannya, terbukti dari banyaknya vaksin yang malah dicabut izin edarnya di periode tersebut karena baru ketahuan bermasalah.


"Jadi kita semua harus terus bekerja dan mencoba berbagai formula," kata Laksana, dilansir dari Antara. Ia lantas memberi contoh, misalnya vaksin malaria yang sempat diimplementasikan di Filipina namun ternyata menyimpan sebuah efek sampingan yang cukup signifikan.

Surveilans pasca pemasaran ini, imbuh Laksana, adalah tugas dari pengembang vaksin dan industri farmasi yang memproduksi. Namun nantinya induk semua data ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dipantau lebih lanjut.

Oleh karenanya, Laksana mendorong publik untuk mengenali bahwa perjalanan produksi vaksin tidak sebatas pada riset hingga melewati uji klinis. Setelah mendapat keyakinan bahwa manjur dan aman untuk diimplementasikan, terbukti dari izin edar BPOM, vaksin masih akan tetap dipantau sampai beberapa tahun setelahnya.

Sebelumnya Laksana juga sempat membahas perihal pengembangan Vaksin Merah Putih yang berbasis protein rekombinan. Vaksin ini sendiri digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang pengendalian COVID-19 di Indonesia. Vaksin ini ditarget siap uji klinis pada semester 2 tahun 2021.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts