Epidemiolog 'Nyerah' Tak Permasalahkan Kasus Harian Corona Tinggi: Asal Jangan Angka Kematian
Nasional

Epidemiolog Masdalina Pane menilai penambahan hingga ribuan kasus COVID-19 setiap hari bisa dimaknai sebagai kinerja tim tracing dan testing yang baik.

WowKeren - Indonesia kembali mencatatkan angka kasus positif COVID-19 yang tinggi Selasa (8/12) hari ini, yakni di atas 5 ribu. Angka yang sama juga sempat dikonfirmasi beberapa hari belakangan, dengan rekor tertinggi terjadi Kamis (3/12) pekan lalu.

Tentu saja krisis yang terjadi tak bisa dipandang sebelah mata, meski belakangan epidemiolog seolah sudah mulai "menyerah". Malah epidemiolog menganggap tambahan kasus positif ini sebagai bentuk keberhasilan pemerintah dalam menyelenggarakan tes COVID-19.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane. Masda, demikian biasa ia dipanggil, menilai yang terpenting adalah jumlah kasus meninggalnya yang tidak boleh setinggi saat ini.

"Tidak masalah sepanjang dia dalam kondisi yang ringan dan bahkan tanpa gejala supaya tidak sampai harus ke rumah sakit, gitu," kata Masda dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta Timur, Selasa (8/12). "Jadi tidak apa jumlah kasus kita itu banyak, tapi jangan sampai angka kematian kita kemudian menjadi tinggi karena terlambat untuk dideteksi di awal."


Masda justru mengapresiasi kinerja tim testing dan tracing di lapangan yang memburu kasus positif COVID-19. Sehingga sebelum virus menggerogoti sistem imun seseorang, keberadaannya sudah terlebih dahulu dideteksi oleh tim medis agar segera mendapat penanganan yang memadai.

"Itu juga menjadi salah satu indikator kinerja teman-teman kita di lapangan. Bahwa mereka mampu menemukan kasus sedini mungkin," terang Masda, dilansir dari Kumparan. "Jadi mereka di lapangan itu harus mendapatkan tugas untuk expanding menemukan kasus sedini mungkin dalam kondisi yang masih ringan sehingga tidak banyak yang kemudian didapatkan kasusnya di rumah sakit."

"Jadi kita berharap bahwa kasus-kasus yang kemarin masih di permukaan seperti fenomena gunung es saat ini mulai kita deteksi lebih banyak," imbuhnya. "Sehingga yang akan ke rumah sakit itu akan lebih sedikit karena sudah lebih dulu ditemukan dalam kondisi dini."

Dengan lebih banyak pasien yang "terjaring" tim yang bertugas, jumlah kasus yang memerlukan perawatan di rumah sakit karena sudah sangat parah bisa berkurang. Dengan demikian, angka kematiannya pun juga bisa ikut ditekan dengan optimal.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait