Menurut pengakuan tetangga korban, pelaku dan korban sudah saling mengenal sejak lama. Menurutnya, tidak ada gerak-gerik yang mencurigakan dari si pelaku
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 10 Desember 2020 - 11:21 WIB
WowKeren - Kasus mutilasi di Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi telah menggegerkan masyarakat sekitar. Tim kepolisian telah berhasil meringkus pelaku dalam kurun waktu 3x24 jam setelah penemuan potongan tubuh korban.
Pelaku merupakan seorang remaja berusia 17 tahun berinisial A. A mengaku membunuh dan tega memutilasi korbannya lantaran ia dipaksa melayani nafsu korban.
"Pelaku kesal dengan korban karena dipaksa sodomi berkali-kali oleh korban," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing dalam keterangannya, Rabu (9/12). Saat ini, pelaku diamankan di Polda Metro Jaya.
Sementara itu, Wakapolres Metro Bekasi AKBP Alfian Nurrizal mengatakan jika pelaku merasa sakit hati dengan korban. "(Motif) sakit hati ya karena ada hubungan kedekatan aja," kata dia dilansir Detik, Kamis (10/12).
Kendati demikian, ia masih belum tahu pasti penyebab pelaku sakit hati dengan korban. Sebab menurutnya, pelaku masih belum mau membuka diri. "Dia belum mau terbuka yang jelas dia sakit hati. Sakit hatinya seperti apa belum terbuka," tambahnya.
Sementara itu, pelaku sehari-harinya bekerja sebagai manusia silver. A ditangkap Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada dini hari tadi sekitar pukul 01.30 WIB di daerah Kranji, Bekasi.
"Pekerjaan pelaku serabutan," kata Alfian. "Jadi pengamen kadang-kadang juga di perempatan jadi 'orang silver'."
Sementara itu menurut pengakuan tetangga korban, Emas, pelaku dan korban sudah saling mengenal sejak lama. Menurutnya, tidak ada gerak-gerik yang mencurigakan dari si pelaku ketika korban berkunjung ke rumahnya.
Baik korban maupun pelaku tidak keluar rumah hampir seharian karena kondisi memang sedang hujan. Baru pada saat sore ia mendengar suara seperti pukulan benda keras. "Nggak ada suara teriakan, cuma saya dengar ada suara 'dug dug' gitu. Saya kira mah lagi benerin keramik kali," tutur dia.
Pelaku juga sempat meminta plastik hitam besar. "Saya bilang ga ada yang gede. Saat itu dia santai aja, makanya siapa yang curiga," ujarnya.
(wk/zodi)