Rencana Vaksinasi COVID-19 Makin Matang, 2 Daerah Ini Bakal Jadi Prioritas
Nasional

Menkes Terawan Agus Putranto membeberkan kelanjutan road map vaksinasi COVID-19 yang terus dimatangkan, termasuk soal daerah mana yang menjadi prioritas.

WowKeren - Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech asal Tiongkok sudah tiba di Indonesia akhir pekan lalu. Bio Farma selaku distributor vaksin pun meyakini mulai bisa mengedarkannya Februari tahun depan.

Karena itulah Kementerian Kesehatan telah memetakan ke daerah mana vaksin-vaksin itu akan diedarkan. Disebutkan Menkes Terawan Agus Putranto vaksinasi akan diprioritaskan ke wilayah padat penduduk dengan kasus Corona tinggi.

"Usulan Pulau Jawa dan Bali. Mempertimbangkan besarnya populasi Indonesia yang berada di Jawa dengan konfirmasi kasus (Corona) yang tinggi," kata Terawan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (10/12).

Pada kesempatan yang sama, Terawan juga membeberkan daftar kelompok masyarakat yang bisa menerima vaksin tahap awal ini. "Sesuai rekomendasi WHO, apabila ketersediaan vaksin terbatas di awal, maka target sasaran adalah kelompok berisiko," ungkap Terawan.


"Dalam hal ini tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas kesehatan," imbuhnya, dikutip dari Kumparan. Namun Terawan juga memastikan bahwa vaksin baru akan diedarkan bila Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA).

Pada kesempatan yang sama, mantan Direktur Utama RSPAD Gatot Subroto itu juga menjelaskan mekanisme penyimpanan vaksin yang juga menentukan mutu vaksin COVID-19 ke depannya. Diketahui vaksin Corona Sinovac harus disimpan di suhu -2 sampai 8 derajat Celsius agar kualitasnya tetap terjamin.

Tentu dengan demikian diperlukan pendingin yang otomatis memerlukan pula aliran listrik. Namun Terawan tak menampik bahwa ada beberapa daerah Indonesia yang bahkan belum dialiri listrik sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menyimpan vaksin.

Untuk daerah seperti itu, imbuh Terawan, bisa memakai minyak tanah atau kerosin sebagai bahan bakar alternatif. Nantinya kerosin akan digunakan untuk memastikan alat pendingin tetap beroperasi.

Namun demikian Terawan juga terus mendorong pemerintah daerah untuk mempersiapkan kebutuhan logistik dan SDM untuk proses vaksinasi di daerah. Diusahakan, imbuh Terawan, setiap fasilitas kesehatan di daerah memiliki alat pendingin dan sistem distribusi vaksin berstandar WHO.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait