Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Minta Warga Melapor Jika Merasa di-COVID-kan
Instagram/ganjar_pranowo
Nasional

Gubernur Ganjar Pranowo meminta agar pihak rumah sakit lebih transparan terkait status pasien namun tetap memperhatikankan asas privasi dengan tidak mengumbarnya ke publik.

WowKeren - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui adanya laporan terkait kasus rumah sakit yang meng-COVID-kan pasien. Ia mempersilakan warganya untuk melapor jika menemui kasus semacam itu.

Hal ini menanggapi pengaduan seorang warga Kebumen bernama Sulis. Lewat video, ia meminta bantuan Ganjar dan menceritakan ayahnya yang berobat ke rumah sakit. Alih-alih ke ICU, ayahnya tetap dibawa ke ruang isolasi meskipun belum tentu positif corona.

Ia kemudian memutuskan untuk membawa pulang ayahnya lalu melakukan tes swab sekeluarga. Dan hasilnya negatif. Namun sayangnya, ia menilai ada ada mantri rumah sakit yang menyebar kabar kalau hasilnya reaktif.

Ayah Sulis meninggal dan harus tetap menggunakan standar COVID-19 meski hasilnya negatif. Ia menambahkan jika keluarga menjadi dikucilkan oleh orang-orang sekitar.


"Yang protes keras kan yang Kebumen itu," kata Ganjar di kantornya, Senin (14/12). "Ternyata menurut mereka negatif, maka sudah saya clearance. Hari ini ada tim saya minta turun."

Lebih jauh, ia meminta agar pihak rumah sakit lebih transparan terkait status pasien namun tidak mengumbarnya ke publik. Jika memang pasien positif maka sampaikan ke keluarga pasien. "Teman teman yang kelola di rumah sakit dan dinas kesehatan di manapun kalau ada datanya jangan dikeluarkan apalagi terkait pasien," tutur orang nomor satu di Jateng tersebut.

Sebab jika informasi ini disampaikan secara terbuka maka bukan tidak mungkin akan menjadi bahan omongan. Skenario yang lebih buruk adalah ketika keluarga pasien yang bersangkutan menerima stigma negatif dari lingkungan sekitarnya.

"Kalau orang menyampaikan di luar kan jadi glenik-glenik (bahan omongan)," ujarnya. "Kemudian mereka ngobrol sehingga terjadi stigmatisasi. Yang kasus di Gombong kan terjadi stigmatisasi."

Untuk mencegah stigmatisasi negatif Ganjar meminta kerja sama perangkat desa atau tokoh masyarakat. "Lurahnya, RT-nya, tokohnya ayo donk bareng bareng jangan kasih stigma. Maka kalau ada yang merasa di-COVID-kan, lapor kepada saya. Saya cek saya bikinin tim, saya audit," tegasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait