Kemenkes Buka Suara Soal Hubungan Vaksin Gratis Dengan BPJS Kesehatan
The Rio Times
Nasional

Pemberian vaksin gratis kembali menjadi perbincangan usai muncul isu masyarakat harus menjadi peserta BPJS Kesehatan untuk menerima vaksinasi. Kemenkes pun menjelaskan mengenai hal ini.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan vaksin virus corona akan diberikan ke masyarakat Indonesia secara gratis. Namun, perbincangan seputar vaksin gratis ini kembali memicu kehebohan di media sosial setelah muncul isu penerima vaksinasi harus merupakan peserta aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lantas membantah isu ini. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan penyuntikan vaksin virus corona akan diberikan secara gratis kepada rakyat Indonesia tanpa adanya embel-embel BPJS Kesehatan wajib aktif.

"Vaksin ini gratis untuk seluruh rakyat Indonesia," tegas Nadia seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Jumat (18/12). "Jadi tidak ada hubungan dengan keikutsertaan dalam BPJS ya."

Walau begitu, Nadia menjelaskan vaksinasi ini memang tidak akan sembarang diberikan ke semua orang. Pasalnya, Kemenkes masih tetap mempertimbangkan dan memastikan kondisi kesehatan calon penerima vaksin agar tidak memicu efek samping yang berbahaya.


Sebagai contoh adalah masyarakat yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), ibu hamil dan menyusui, hingga penderita kelainan imun tidak akan diberikan vaksin. "Diberikan kepada yang sesuai kriteria vaksin ya; tidak ada komorbid, tidak hamil dan tidak menyusui, bukan penderita kelainan imun."

Sebagai informasi, pemerintah akan segera melakukan vaksinasi demi memenuhi target memunculkan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap penularan virus corona. Setidaknya, pemerintah telah menargetkan akan menyuntik vaksin COVID-19 terhadap 67-70 persen penduduk atau sekitar 182 juta orang.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan vaksinasi corona untuk seluruh masyarakat akan diberikan secara gratis. Kebijakan ini diputuskan setelah rencana Kemenkes akan memberikan vaksin virus corona melalui dua skema mendapatkan banyak protes. Kemenkes pada awalnya berencana memberikan 32 juta vaksinasi lewat skema subsidi pemerintah dan 75 juta diberikan lewat skema mandiri alias bayar sendiri.

"Jadi setelah menerima masukan dari masyarakat dan setelah kalkulasi ulang melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan vaksin COVID-19 untuk masyarakat gratis," kata Jokowi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (16/12) yang disiarkan daring via akun YouTube Sekretariat Negara.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait