Beredar rumor WHO menyebut vaksin Corona buatan Sinovac Tiongkok adalah yang terlemah dari 10 kandidat yang telah dites. Selain itu, Indonesia juga disebut sebagai satu-satunya pembeli vaksin Sinovac.
- Elvariza Opita
- Senin, 21 Desember 2020 - 12:27 WIB
WowKeren - Simpang siur efektivitas vaksin COVID-19 masih terus meramaikan masyarakat, termasuk buatan Sinovac yang sudah diimpor sampai jutaan dosis oleh Indonesia. Malah belakangan muncul rumor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksin bertajuk CoronaVac itu merupakan yang paling lemah di antara 10 vaksin yang sudah dites.
Tentu saja rumor ini membuat publik ketar-ketir, apalagi karena dalam pemberitaan itu disebutkan Indonesia adalah satu-satunya negara yang memesan vaksin Sinovac. Lantas benarkah semua kabar ini? Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menjawabnya.
Dr Lucia Rizka Andalusia selaku Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari BPOM membantah rumor tersebut. Ditegaskan Lucia, sampai sekarang tidak ada dokumen dan informasi resmi dari WHO yang membandingkan respons imunitas dari 10 kandidat vaksin, ataupun pernyataan dari WHO soal lemahnya efektivitas CoronaVac.
"Hal ini pun sudah kami konfirmasikan kepada pihak WHO di Indonesia," jelas Lucia, dilansir dari Kontan, Senin (21/12). "Sampai saat ini belum ada pengumuman tingkat efikasi vaksin Sinovac baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik."
Lucia juga membantah kabar soal Indonesia satu-satunya yang memesan vaksin buatan Sinovac. Sebab selain Indonesia, vaksin buatan Sinovac itu sudah dipesan negara lain seperti Brasil, Turki, Chile, Singapura, Filipina, serta Mesir yang saat ini masih dalam tahap negosiasi.
BPOM kembali menegaskan bahwa pemerintah sudah berkomitmen untuk mengadakan vaksin yang aman, efektif, dan bermutu demi menanggulangi COVID-19. BPOM pun akan berkontribusi aktif dalam memastikan dan mengawal aspek keamanan, khasiat, serta mutu vaksin COVID-19 yang akan diedarkan nanti bersama Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli.
"Keberhasilan penanganan COVID di Indonesia, akan menjadi keberhasilan kita sebagai bangsa dan juga sebagai bagian dari masyarakat dunia. Salah satu upaya percepatan untuk bisa keluar dari pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi yang perlu dijalankan bersama dengan disiplin 3M," tegas Lucia.
(wk/elva)