Tolak Beri Bantuan di Kasus HRS, Yusril Ihza Ungkit Pernah Disebut Murtad dan Kafir Saat Pemilu 2019
Nasional

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku bahwa dirinya bahwa dirinya sempat diminta beberapa pihak untuk membantu Imam Besar FPI Habib Rizieq dalam kasus kerumunan.

WowKeren - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan dan bahkan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra pun mengaku bahwa dirinya sempat diminta beberapa pihak untuk membantu Habib Rizieq.

Namun demikian, Yusril menolak permintaan tersebut. Alasannya adalah karena Yusril sebagai advokat baru bisa memberikan bantuan jika Habib Rizieq atau keluarga yang memintanya.

"Memang beberapa pihak baik secara langsung menelpon, via WA atau tidak langsung di berbagai grup WA relatif banyak yang meminta kepada saya agar membela HRS sebagai pengacaranya," ungkap Yusril dilansir detikcom, Senin (21/12). "Saya jawab bahwa sebagai advokat saya tidak bisa menawarkan jasa kepada seseorang. Advokat itu harus pasif. Dia baru bisa membela atas permintaan yang bersangkutan atau keluarganya."

Yusril juga sempat diminta pentolan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Bachtiar Nasir untuk memberikan bantuannya. Diketahui, Bachtiar turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerumunan Habib Rizieq.

"Tentang Ustadz Bachtiar Nasir, beliau bukan meminta agar saya membela HRS," jelas Yusril. "Tetapi membela beliau sendiri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya."


Lebih lanjut, Yusril menyinggung soal pihaknya yang selama ini kerap membela Ulama dan umat Islam. Menurut Yusril, meski ia memberikan bantuan secara sukarela, ada saja yang melupakan bantuannya kala mereka sudah tidak lagi ditimpa kesusahan.

"Dalam acara internal PBB (Mukernas V PBB) pertengahan Desember ini, dalam pengarahan saya kepada jajaran partai, saya jelaskan keengganan saya membela beberapa tokoh sebagaimana banyak dimintakan kepada saya," paparnya. "Dahulu, alangkah banyak ormas-ormas Islam, tokoh-tokoh Islam maupun nasionalis, warga masyarakat yang dizalimi yang saya bela mulai dari Kampung Luar Batang sampai ke berbagai daerah. Semua saya bela sukarela. Tetapi jika kesusahan sudah berlalu, mereka lupa. Itu kenyataannya."

Yusril lantas mengaku dirinya merasa dizalimi menjelang Pemilu 2019 karena mendukung Joko Widodo. Ia bahkan dicaci murtad dan kafir.

"Menjelang Pemilu, saya merasa saya yang mulai dizalimi dan dicaci maki, bahkan ada yang mengatakan saya sudah murtad dan kafir," ungkapnya. "Mereka teriak-teriak melalui medsos, melalui jaringan streaming TV mereka, melalui spanduk dll mengajak untuk menenggelamkan PBB. Semua gara-gara saya tidak mau mendukung Prabowo Subianto."

Atas pengalaman tersebut, Yusril pun menolak sejumlah permintaan bantuan yang diterimanya. Yusril lantas mengarahkan pihak-pihak tersebut, termasuk Bachtiar Nasir, untuk mencari bantuan kepada orang yang mereka dukung di Pilpres 2019 lalu.

"Hari ini Bachtiar Nasir melalui seseorang menghubungi saya, karena besok akan diperiksa sebagai tersangka, kayanya Rizieq," tutur Yusril dalam keterangan yang telah dikonfirmasi oleh Sekjen PBB Afriyansyah Noer, dilansir CNN Indonesia, Senin (21/12). "Saya katakan, mohon maaf. Silakan Bachtiar Nasir menghubungi Bapak Prabowo Subianto."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts