Bukan Main! Pandemi COVID-19 Malah Bikin Transaksi Harbolnas 2020 Melonjak Rp2,5 Triliun
Pixabay
Nasional

Nielsen Indonesia memperkirakan terjadi lonjakan total nilai transaksi Harbolnas 2020 meski digelar di tengah pandemi COVID-19. Total transaksi tahun ini disebut mencapai hampir Rp12 triliun.

WowKeren - Perekonomian Indonesia, selayaknya negara lain, memang tengah diguncang oleh pandemi COVID-19. Kendati demikian, minat masyarakat terhadap aktivitas belanja online tampaknya tidak berkurang, terbukti dari temuan Nielsen Indonesia berikut ini.

Pasalnya Nielsen mencatat total transaksi yang berhasil diraup selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp 11,6 triliun. Angka ini otomatis meningkat sebanyak Rp 2,5 triliun dibanding tahun 2019.

Angka ini didapat dari hasil jajak pendapat terhadap 1.156 responden di 56 kota. Survei ini digelar pada Senin (14/12) kemarin, dan didapatlah perkiraan bahwa nilai transaksi pada Harbolnas 2020 naik 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Total Harbolnas sales estimasi kita mencapai Rp 11,6 triliun," tutur Direktur Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri, dalam konferensi virtual, Rabu (23/12). "Dan itu ada kenaikan Rp 2,5 triliun dibanding 2019."


Rusdy merinci, kenaikan itu ditopang oleh meningkatnya transaksi di produk lokal. Produk lokal ini menyumbang transaksi sebesar Rp 5,6 triliun atau 48 persen dari total keseluruhan transaksi.

Namun ternyata pandemi COVID-19 lah yang malah menjadi faktor utama di balik peningkatan nilai transaksi Harbolnas ini. Sebab pandemi COVID-19 memaksa beberapa aktivitas dilakukan dengan cara yang berbeda, termasuk berbelanja yang diimbau beralih ke sektor daring.

Secara umum transaksi masih didominasi oleh produk kategori pakaian, kosmetik dan gadget di peringkat pertama. Namun survei juga menunjukkan adanya lonjakan transaksi untuk beberapa produk jenis lain, seperti makanan, personal care, hingga kebutuhan harian.

"Kenaikan signifikannya adalah personal care 21 persen," terang Rusdy, dilansir dari Kumparan. "Food and beverages (FnB) 19 persen, daily needs sekitar 16 persen."

Sabun dan makanan instan menjadi produk yang pembeliannya mengalami kenaikan selama Harbolnas 2020. "Local product juga mengalami kenaikan di produk FnB naik 16 persen, personal care naik 18 persen. Kemudian daily needs naik sekitar 13 persen," imbuhnya menerangkan produk-produk lokal yang ikut terkerek transaksinya di tengah pandemi COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait